Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tere Liye Sindir Jurus Sederhana di Kampanye yang Kini Berganti Gaya Hidup Mewah dan Dinasti

 Baliho Jokowi Mejeng di JPO Otista

Repelita [Jakarta] - Sebuah unggahan di media sosial yang dikaitkan dengan penulis novel Tere Liye kembali menyulut perbincangan publik terkait gaya hidup dan praktik dinasti politik.

Unggahan tersebut memuat perbandingan antara citra kesederhanaan yang dibangun selama masa kampanye dengan realitas yang terlihat dari penampilan keluarga pejabat saat ini.

Dalam unggahannya, Tere Liye menyoroti spanduk kampanye tahun 2014 yang menampilkan slogan kesederhanaan dengan rincian harga pakaian yang sangat terjangkau.

Pada masa itu, banyak warganet memuji janji tersebut dan menyatakan keyakinan bahwa keluarga pejabat tidak akan terjebak dalam praktik dinasti politik seperti yang terjadi pada era-era sebelumnya.

Unggahan tersebut menyatakan bahwa kondisi saat ini menunjukkan perbedaan yang kontras dengan narasi kesederhanaan yang pernah digaungkan.

Masyarakat disarankan untuk memperhatikan tas, perhiasan, pakaian, sepatu, dan gaya hidup yang ditampilkan oleh keluarga pejabat tersebut termasuk istri, anak, dan menantunya.

Disebutkan bahwa meskipun figur pejabat tersebut tetap mempertahankan penampilan sederhana, dia dituding sebagai aktor intelektual di balik penguatan dinasti politik dalam keluarganya.

Unggahan itu juga mengkritik peran pejabat dalam memengaruhi pemilihan wakil presiden dan pengambilalihan partai politik yang sebelumnya menolak praktik dinasti.

Tere Liye menegaskan bahwa kritik terhadap mantan pejabat negara dan keluarganya merupakan hal yang wajib karena mereka merupakan bagian dari aparatur negara. Dia menambahkan bahwa masyarakat yang membayar pajak memiliki hak penuh untuk menyuarakan pendapat dan kritik terhadap pejabat publik.

Unggahan tersebut juga menyindir sebagian masyarakat yang dianggap hanya fokus pada bantuan sosial seperti sembako, kartu prakerja, kaos, atau amplop.

Sindiran itu menyebut bahwa mereka yang hanya memperebutkan bantuan tersebut cenderung diam terhadap kondisi di sekitarnya padahal praktik yang dikritik justru mengorbankan kepentingan publik yang lebih luas.

Pernyataan penutup dalam unggahan tersebut menyamakan mereka yang hanya mengejar keuntungan dari uang negara dengan keluarga pejabat yang dikritik karena dinilai melakukan hal serupa.

Unggahan ini merupakan bagian dari kritik publik terhadap gaya hidup dan praktik politik yang dianggap tidak sesuai dengan janji awal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved