Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo mendesak Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis untuk segera memberikan klarifikasi terbuka mengenai pertemuan mereka dengan mantan Presiden Joko Widodo di Solo.
Menurut Roy, penjelasan yang seterang-terangnya sangat penting agar polemik yang berkembang di ruang publik tidak semakin liar dan dipenuhi oleh berbagai spekulasi yang tidak berdasar.
Dia menyatakan bahwa munculnya berbagai dugaan dan kecurigaan di tengah masyarakat tidak terjadi tanpa sebab tertentu.
Roy menegaskan bahwa pertemuan tersebut telah memunculkan banyak tanda tanya yang hingga kini belum terjawab secara gamblang oleh pihak-pihak yang terlibat.
Dalam pernyataannya yang dikutip pada hari Selasa tanggal tiga belas Januari dua ribu dua puluh enam, dia menggunakan peribahasa tidak ada asap tanpa api untuk menggambarkan situasi yang terjadi.
Dia menekankan bahwa klarifikasi dari Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis tidak bisa lagi ditunda dan harus segera disampaikan kepada publik.
Roy menyatakan bahwa masyarakat berhak mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan di Solo tersebut.
Dia menegaskan bahwa sebaiknya memang sesegera mungkin Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis membuat klarifikasi terbuka untuk menghentikan spekulasi.
Roy meminta agar klarifikasi itu disampaikan secara jelas dan menyeluruh kepada publik tanpa menyisakan ruang abu-abu yang justru memicu fitnah baru.
Dia menginginkan penjelasan sejelas-jelasnya kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang apa dan bagaimana yang terjadi di Solo pada hari Kamis tanggal delapan Januari dua ribu dua puluh lima.
Klarifikasi tersebut juga harus lengkap dengan semua jawaban atas pertanyaan yang sudah terlanjur mengemuka di masyarakat.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga menyinggung sejumlah isu yang hingga kini masih menjadi perbincangan hangat.
Salah satu isu yang disinggung adalah kabar mengenai keterlibatan aparat kepolisian dalam pertemuan tersebut di Solo.
Roy menyebutkan perlu adanya klarifikasi mengenai kebenaran adanya dua petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya yang disebut-sebut mengantar mereka dalam pertemuan itu.
Bukan hanya itu, Roy juga menaruh perhatian pada isu sensitif lain yang berkembang di publik seperti dugaan adanya kompensasi hingga stigma terhadap sikap politik Eggi dan Damai pascaprtemuan.
Dia menuntut penegasan bahkan sumpah atas isu-isu semacam uang tunai atau barang yang mungkin terlibat serta status mereka apakah masih pejuang atau dianggap pecundang.
Roy menyatakan bahwa keterbukaan menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan spekulasi dan memulihkan kepercayaan publik yang mungkin terkikis akibat polemik ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

