Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden mengenai pihak yang menyebarkan pandangan pesimis terhadap pemerintah mendapat tanggapan kritis dari kalangan peneliti.
Made Supriatma dari ISEAS Yosuf-Ishak Institute menyampaikan sindiran terhadap pernyataan tersebut melalui media sosial.
“Sodara-sodara, Anda semua kan tahu bahwa mencari pekerjaan itu makin sulit di negeri ini. Nah hal yang di bawah ini mungkin bisa dicoba,” tulis Made Supriatma dalam cuitannya pada Selasa (13/1/2026) yang disertai kutipan pernyataan Presiden.
Ia secara sarkastis membayangkan suatu kondisi di mana menyebarkan pesimisme dapat menjadi sumber penghasilan yang dibayar dengan mata uang asing.
“Sebarlah pesimisme dan sinisme. Itu ada bayarannya lho! Di bayar asing lagi. Coba bayangkan. Cuman menyebar pesimisme dan sinisme aja terus terima Euro, Yuan, atau dollar!,” sambungnya dalam unggahan tersebut.
Peneliti asal Bali itu kemudian mempersilakan masyarakat yang tertarik untuk menanyakan cara mendapatkan pekerjaan semacam itu langsung kepada Presiden.
“Kalau Anda tertarik menerima bayaran asing untuk kerja super mudah ini, silakan tanya Bapak ini (presiden). Bagaimana cara melamarnya dan di mana melamar,” tulis Made Supriatma memberikan saran.
“Tapi saran saya jangan cari kerjaan ini di Jepang. Karena akan dibayar dengan Yen … yen ana duite … 🙏,” tutupnya dengan nada berkelakar.
Pernyataan Presiden yang menjadi bahan sindiran tersebut disampaikan dalam acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden menyerukan agar bangsa Indonesia tidak rendah diri dan harus bangga dengan prestasi serta bukti keberhasilan yang telah dicapai.
Ditekankan pentingnya untuk tidak selalu memandang negatif terhadap kondisi negara yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Presiden juga menyatakan keyakinannya bahwa segelintir pihak yang menyebarkan sinisme dan pesimisme kemungkinan besar didanai oleh kekuatan asing dengan berbagai sumber daya yang mereka miliki.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

