Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rizal Fadillah: Asli atau Palsu, Ijazah Jokowi Sama-sama Merugikan dan Mengancam Institusi

Repelita Jakarta - Tersangka dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu Joko Widodo, Rizal Fadillah, kembali mengungkapkan pandangannya.

Dia menjelaskan makna di balik polemik ijazah yang menurutnya dapat berakibat fatal bagi mantan presiden tersebut.

“Dalam konteks ijazah yang dimasalahkan masyarakat begini-begitu maknanya adalah meski ternyata ijazah itu palsu, maka hancurlah Jokowi,” ujar Rizal kepada fajar.co.id.

Pernyataan itu disampaikan pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2026 dalam sebuah wawancara khusus.

Rizal menuding bahwa jika ijazah terbukti palsu, Jokowi telah melakukan penipuan terhadap rakyat dalam kurun waktu panjang.

Dia menggambarkan sosok Jokowi sebagai pemimpin dengan wajah tanpa dosa namun berhati beku dan selalu menghindar.

“Menipu rakyat bertahun-tahun dalam wajah tanpa dosa, hati membeku, dan langkah kaki seribu. Lari-lari menghindar,” tukasnya.

Namun Rizal juga menegaskan bahwa skenario ijazah asli tetap merugikan Jokowi dalam beberapa aspek.

Menurutnya, Jokowi akan dikecam karena dianggap menyembunyikan dokumen terlalu lama sehingga memicu korban sosial.

“Jika ijazah itu asli maka Jokowi rugi pula,” ucapnya.

Polemik ini dinilai mencerminkan kemampuan dalam memanipulasi administrasi dan dokumen resmi.

“Jika mampu bermain-main dengan lembaran ijazah, maka dipastikan ia lebih mampu untuk bermain kayu, uang, tanah, rumah, tambang, atau lainnya,” tukasnya.

Rizal menyatakan bahwa pengusutan tidak akan berhenti pada persoalan ijazah semata.

Isu lain seperti dugaan korupsi, politik dinasti, hingga pelanggaran HAM disebut masih terbuka untuk dikaji.

Dampak sistemik juga akan dirasakan jika ijazah terbukti palsu menurut analisisnya.

“Bila ijazah Jokowi terbukti palsu, maka hancur banyak institusi apakah UGM, KPUD, KPU, Polisi, maupun DPR,” katanya.

Institusi tersebut dinilai terlibat baik dengan memproteksi, membiarkan, atau bersikap tidak peduli.

Reputasi kalangan cendekiawan dan rohaniawan juga disebut ikut runtuh dalam skenario tersebut.

Sebaliknya, dalam situasi ijazah asli, tiga kerugian besar tetap akan melekat pada Jokowi.

Figurnya akan terus dikecam sebagai perusak budaya jujur dan keterbukaan menurut Rizal.

Penyakit autoimun yang diderita Jokowi dikaitkan dengan beban psikis menyembunyikan kebenaran.

“Waktu akan menghukum dengan sakit yang menggerogoti,” imbuhnya.

Perhatian publik juga diprediksi akan beralih kepada putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Persoalan pendidikan Gibran berpotensi menjadi sasaran investigasi lebih lanjut ke depan.

“Beban ayah lebih berat ketika anak menjadi target atau kompensasi dari tipu-tipu dirinya,” terangnya.

Rizal menegaskan bahwa dalam skenario apa pun, posisi Jokowi tetaplah merugi.

Kondisi ini disebut akibat rasa aman berlebihan saat berkuasa dan praktik rekayasa kekuasaan.

“Mempertuhankan kekuasaan sama dengan memperbudak martabat dan harga diri,” tegasnya.

Dia menilai Jokowi sudah berada di titik akhir secara moral dan politik meski tampak kuat.

“Jokowi sudah tamat. Meski nampak kuat tetapi sesungguhnya sekarat,” tandasnya.

Teriakan dukungan justru dianggap sebagai pertanda peringatan kematian, bukan kekuatan.

“Hanya pecundang yang bahagia bersandiwara di ruang perdamaian dan keadilan palsu,” kuncinya.

Wawancara ini dilakukan saat Rizal masih berstatus sebagai tersangka dalam kasus hukum.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved