Repelita Jakarta - Tokoh Nahdlatul Ulama Umar Hasibuan menyoroti pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali.
Pernyataan tersebut membahas kesiapan Partai Solidaritas Indonesia dan Gibran Rakabuming Raka untuk Pemilu 2029.
Ahmad Ali menyebut bahwa Wakil Presiden Gibran sudah siap menghadapi kontestasi pemilihan presiden mendatang.
Bahkan PSI menilai Gibran siap berkompetisi melawan Prabowo Subianto sekalipun jika maju sebagai kandidat.
Hal ini kemudian dipertanyakan kebenarannya oleh Umar Hasibuan melalui unggahan di media sosial.
“Apa ini benar si ahmad ali ngomong gini?,” tulisnya dikutip pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2026.
“Apa komen kalian ges?,” tanya Gus Umar dalam unggahan yang memancing respons warganet.
Banyak warganet yang kemudian memberikan komentar terkait kualitas dan latar belakang pendidikan Gibran.
"Meski sudah terlihat nyata bahwa Gibran tdk mmnuhi syarat karena tdk punya ijazah setara SMA, tdk punya kecakapan intelektual utk jadi pemimpin, orang-2 partainya tetap cuek, tutup mata dan telinga atas kebenaran itu dan tidak punya rasa malu utk bertahankan sikap salah mereka," tulis akun @RkytJlata.
"Klo Gibran mo jadi Presiden RI syaratnya tunjukan dulu ke publik klo Gibran punya ijazah SMA asli," balas warganet lainnya.
Sebelumnya, Ahmad Ali telah mengeluarkan pernyataan menarik mengenai potensi Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pernyataannya, dia menyebut Wakil Presiden Gibran berpotensi menjadi kompetitor kuat pada Pemilihan Presiden 2029.
“(Gibran) Bisa menjadi kompetitor. Kompetitor yang cukup kuat menurut saya,” kata Ahmad Ali dalam Podcast Gaspol.
Gibran bahkan dinilai lebih baik dan disebut sebagai yang terbaik dibandingkan kandidat lain.
“Kalau saya sih sederhana saja, emang ada calon pesiden lebih baik dari pada Gibran?” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik mengenai kelayakan dan kapabilitas seorang calon presiden.
Isu latar belakang pendidikan kembali mencuat dalam diskusi publik mengenai pemilihan presiden.
Setiap calon pemimpin diharapkan memenuhi persyaratan administratif dan konstitusional yang berlaku.
Dinamika politik terus berlanjut seiring dengan persiapan menuju pemilihan umum lima tahunan.
Publik terus mengikuti perkembangan pernyataan dari berbagai tokoh politik dan organisasi masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

