Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Putra Mahkota Terakhir Iran Reza Pahlavi Siapkan Rencana Transisi Kekuasaan Lengkap untuk Gantikan Rezim saat Ini.

Repelita Washington - Putra mendiang Syah Iran yang terguling, Reza Pahlavi, mengumumkan telah menyiapkan sebuah rencana transisi pemerintahan.

Rencana yang dinamai Iran Prosperity Project itu mencakup tahapan perubahan konstitusi hingga pemilihan umum nasional.

Pengumuman tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera yang terbit pada Selasa (13/1/2025).

Pahlavi menyatakan telah mempersiapkan skenario transisi ini dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ia menjamin tidak akan terjadi kekosongan kekuasaan selama masa transisi berlangsung.

Seratus delapan puluh hari pertama akan difokuskan pada langkah-langkah darurat untuk menjaga layanan publik dan keamanan nasional.

Tahap berikutnya adalah fase stabilisasi yang meliputi pemulihan fungsi negara dan penyediaan layanan dasar.

Pemulihan kepercayaan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang efektif juga menjadi prioritas dalam fase tersebut.

Setelah tahap stabilisasi, Iran akan memasuki proses konstitusional yang diakhiri dengan pemilihan umum nasional.

Ketika ditanya mengenai ambisinya untuk memulihkan sistem monarki, Pahlavi menegaskan sikap netralnya.

Ia menyatakan tidak akan memihak pada bentuk negara tertentu, baik monarki maupun republik.

Tujuannya adalah memastikan rakyat Iran dapat menggunakan hak mereka untuk memilih secara bebas dan berdaulat.

Masa depan sistem politik Iran harus ditentukan sepenuhnya oleh kehendak rakyat melalui proses demokratis.

Proyek yang diusungnya juga mencakup peta jalan pemulihan ekonomi dan reintegrasi dengan komunitas internasional.

Lebih dari seratus pakar dari dalam dan luar negeri terlibat dalam merancang kebijakan untuk proyek tersebut.

Tujuan kebijakan tersebut adalah memulihkan stabilitas ekonomi dan membuka kembali hubungan internasional.

Fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang juga dirancang untuk mendukung Iran pasca transisi kekuasaan.

Sementara itu, Iran terus dilanda gelombang unjuk rasa yang dimulai sejak akhir Desember tahun lalu.

Protes massa dipicu oleh kekhawatiran atas lonjakan inflasi akibat pelemahan nilai tukar mata uang nasional.

Aksi demonstrasi semakin meningkat setelah Reza Pahlavi mengeluarkan seruan untuk turun ke jalan.

Pawai protes terjadi di berbagai kota dengan akses internet yang dilaporkan diblokir oleh otoritas.

Di beberapa wilayah, demonstrasi berubah menjadi bentrokan fisik antara massa dan aparat keamanan.

Slogan-slogan kritis terhadap pemerintah terdengar dalam aksi unjuk rasa yang terjadi.

Pemerintah Iran pada hari Senin menyatakan bahwa situasi keamanan nasional telah berhasil dikendalikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved