
Repelita Bogor - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganalisis ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa perlu terus mendapat pengawasan.
Pernyataan Prabowo itu diungkapkan dalam acara retret koalisi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut Adi, PKB memiliki kemungkinan untuk mengambil langkah berbeda dari koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di masa mendatang.
Hal tersebut menjadi dasar di balik pernyataan Prabowo, meskipun disampaikan dalam nada guyonan.
“Saat ini ada nuansa bagaimana membangun apa yang disebut dengan koalisi permanen. Nah koalisi permanen ini tentu bukan hanya ingin mengamankan dan sekaligus menyamakan kepentingan-kepentingan partai koalisinya Pak Prabowo.
Tapi tentu untuk kepentingan jangka panjang di 2029, jangan ada yang kemudian misalnya beda mazhab dan beda jalan. Nah di antara partai politik yang ada itu yang punya potensi rasa-rasanya untuk agak beda jalan sepertinya PKB,” jelas Adi dalam program dialog malam di sebuah stasiun televisi nasional pada Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa PKB tidak memiliki rekam jejak berkoalisi dengan Prabowo pada kontestasi pemilihan presiden sebelumnya.
“Ini semacam kode keras ya, ini untuk membangun bagaimana kebersamaan di 2029. PKB saat ini menjadi bagian dari koalisi pemerintah, 'Ayolah terus bersama', kan kira-kira begitu,” kata Adi.
“Karena dulu kan kita juga tau, PKB sama Pak Prabowo ini kan mau kerja sama kan di 2024. Tiba-tiba PKB lebih memilih dengan Anies Baswedan.”
Prabowo sendiri dalam kesempatan retret tersebut menekankan pentingnya menjaga kekompakan koalisi dengan nada ringan.
“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai semua ada semua ya? Ada? Ketua PKB ada? PKB yang harus diawasi terus ini,” ujar Prabowo pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar merespons pernyataan tersebut dengan santai.
“Bercanda, bercanda, bercanda doang, sering begitu, bercanda begitulah, gojlokan begitu,” kata Muhaimin pada hari yang sama.
Adi menilai ucapan Prabowo merupakan sinyal untuk memperkuat solidaritas koalisi jangka panjang hingga pemilu berikutnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

