Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Buya Eson Desak SBY Tegur Prabowo: Pilkada via DPRD Kemunduran Demokrasi

Demokrat Sejalan dengan Prabowo, Dukung Pilkada lewat DPRD

Repelita Jakarta - Aktivis antikorupsi Emerson Yuntho mendesak Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono untuk menegur Presiden Prabowo Subianto terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dianggap sebagai langkah mundur bagi demokrasi Indonesia.

Desakan tersebut disampaikan Emerson di tengah dukungan Partai Demokrat terhadap usulan Pilkada oleh DPRD yang juga didorong oleh beberapa partai koalisi pemerintahan.

Emerson mengajak SBY untuk mengingat kembali sikapnya pada masa lalu, khususnya tahun 2014, ketika isu serupa pernah muncul.

"Pak SBY mohon ingatkan Prabowo bahwa Pilkada oleh DPRD merupakan kemunduran demokrasi Indonesia," ujar Emerson Yuntho pada 8 Januari 2026.

Partai Demokrat belakangan menjadi pusat perhatian dan kritik setelah secara terbuka mendukung mekanisme pemilihan kepala daerah secara tidak langsung tersebut.

Padahal, partai berlambang mercy itu sebelumnya dikenal sebagai pembela kuat Pilkada langsung yang melibatkan partisipasi rakyat secara penuh.

Banyak masyarakat yang kembali mengunggah pernyataan SBY dari tahun 2014 untuk menyoroti perubahan sikap ini.

"Sekarang, siapa yang menginginkan Pilkada oleh DPRD? Jelas bukan SBY. Saya yakin sebagian besar rakyat pun tidak menginginkannya," demikian bunyi pernyataan SBY pada 1 Oktober 2014.

Sementara itu, mantan Komisaris PT Pelni Dede Budiyarto menganggap pergeseran posisi politik seperti ini sebagai hal biasa.

"Politik itu kepentingan. Bukan kitab suci. Bukan kisah cinta," tulis Dede Budiyarto di akun X @kangdede78 pada 8 Januari 2026.

Ia menyatakan bahwa dinamika aliansi politik sering berubah sesuai situasi dan waktu.

"Hari ini berseberangan, besok bisa sejalan," katanya.

Menurut Dede, konsep kawan atau lawan permanen tidak berlaku di ranah politik.

"Di politik tidak ada kawan atau lawan abadi. Yang abadi hanya satu, kepentingan," tandasnya.

Polemik mengenai mekanisme Pilkada ini terus menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan pengamat politik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved