Repelita Karawang - Presiden Prabowo Subianto dengan tegas membantah berbagai tuduhan yang pernah dialamatkan kepadanya, termasuk keinginan menjadi diktator hingga niat melakukan kudeta terhadap pemerintahan.
Tuduhan tersebut sering muncul di tengah perjuangannya memperjuangkan pemerataan kekayaan alam bagi seluruh rakyat Indonesia.
Meskipun sering difitnah haus kekuasaan, Presiden menegaskan bahwa dirinya sejak muda telah bersumpah sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia yang lahir dari rakyat dan untuk membela kepentingan rakyat.
"Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta," ungkap Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Namun, ia menekankan sumpah prajuritnya yang tak pernah berubah untuk mencintai Tanah Air dan melayani bangsa.
Presiden mengaku sulit menerima kenyataan bahwa negara dengan kekayaan alam melimpah masih memiliki sebagian besar rakyat yang belum menikmati hasilnya secara merata.
Ketergantungan impor pangan juga menjadi hal yang tidak masuk akal baginya mengingat potensi lahan subur yang dimiliki Indonesia.
Meski bukan orang berpendidikan tinggi atau bergelar profesor, Presiden menyatakan mampu membedakan mana keadilan dan ketidakadilan yang ada di masyarakat.
Karena rasa prihatin itulah, ia terus berjuang tanpa henti meskipun harus menghadapi berbagai fitnah dan tuduhan negatif.
Presiden juga mengenang jasa besar para petani pada masa perjuangan kemerdekaan, saat para pejuang dibiayai dan diberi makan oleh rakyat tani tanpa adanya anggaran negara formal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

