Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pegiat Medsos Maudy Asmara Doakan Menteri Trenggono Usai Pingsan di Upacara Persemayaman Korban ATR 42-500

Momen Detik-detik Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan di Upacara  Pelepasan Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 - Independen Media -  Halaman 2

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Maudy Asmara turut menyampaikan perhatiannya terhadap insiden yang dialami Menteri Kelautan dan Perikanan.

Sakti Wahyu Trenggono sempat pingsan saat memimpin upacara persemayaman jenazah korban kecelakaan pesawat.

“Semoga baik-baik saja,” ucap Maudy di akun X @Mdy_Asmara701 pada tanggal 25 Januari 2026.

Unggahan tersebut segera mendapat respons dari berbagai pengguna media sosial lainnya.

Mereka turut mendoakan kesehatan menteri setelah kejadian di tengah prosesi penghormatan terakhir.

Upacara persemayaman dilaksanakan di Akademi Usaha Perikanan Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu.

Acara tersebut berlangsung pada hari Minggu untuk memberikan penghormatan terakhir bagi korban.

Tiga jenazah yang disemayamkan adalah pilot Kapten Andy Dahananto serta dua pegawai KKP.

Keduanya adalah Ferry Irawan dan Yoga Naufal yang gugur dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Dalam rekaman video yang beredar, Trenggono tampak oleng sebelum akhirnya terjatuh ke lantai.

Para pegawai KKP dan peserta upacara segera bergerak memberikan pertolongan pertama.

Menteri tersebut kemudian dievakuasi ke ruangan lain untuk mendapatkan penanganan medis.

Beberapa petugas terlihat membawa tabung oksigen untuk membantu proses stabilisasi kondisi.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kehilangan kesadaran masih belum diketahui secara detail.

Namun dipastikan bahwa Trenggono telah mendapatkan penanganan medis lanjutan yang diperlukan.

Sementara itu, tim Disaster Victim Identification gabungan telah menyelesaikan proses identifikasi.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengonfirmasi hal tersebut dalam konferensi pers.

Konferensi pers dilaksanakan di Biddokkes Polda Sulsel pada hari Sabtu tanggal 24 Januari 2026.

"Tim SAR gabungan telah mengevakuasi seluruh korban dari TKP jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Selanjutnya, tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat," kata Djuhandhani.

Tim identifikasi melibatkan Biddokkes Polda Sulsel dengan dukungan dari berbagai instansi terkait.

Termasuk di dalamnya adalah DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, dan Pusident Bareskrim Polri.

Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin juga turut berpartisipasi.

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan post mortem yang dicocokkan dengan data ante mortem.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem dan disesuaikan dengan data ante mortem yang dimiliki, seluruh data tersebut dinyatakan cocok," ucapnya.

Total korban yang berhasil diidentifikasi berjumlah sepuluh orang.

Mereka terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan pegawai KKP.

Seluruh data korban telah dicocokkan dengan manifes penumpang dari Gapura Angkasa.

Daftar identitas korban yang telah terverifikasi dibacakan langsung oleh Kabiddokkes Polda Sulsel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved