Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Leqaa Kordia, Mahasiswi Palestina Ditahan 318 Hari di AS Gara-gara Suarakan Dukungan untuk Gaza

Repelita New York - Leqaa Kordia, seorang aktivis Palestina berusia tiga puluh tiga tahun, masih mendekam dalam tahanan otoritas imigrasi Amerika Serikat.

Hingga tanggal 25 Januari 2026, mahasiswi Columbia University itu telah melewati lebih dari tiga ratus hari di balik jeruji.

Penahanannya dimulai sejak tanggal 13 Maret 2025 dan terus berlanjut meski mendapat perhatian dari berbagai organisasi hak asasi manusia.

Kordia ditangkap setelah terlibat dalam aksi unjuk rasa solidaritas untuk Gaza yang berlangsung di kampusnya pada tahun 2024.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menargetkannya karena keberaniannya menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Departemen Keamanan Dalam Negeri melalui badan imigrasi ICE beralasan bahwa penahanan ini diperlukan untuk alasan keamanan nasional.

Aktivitas protes yang diikutinya dikaitkan dengan ancaman terhadap stabilitas negara meski merupakan bentuk kebebasan berbicara.

Leqaa Kordia merupakan seorang perempuan yang berasal dari Yerusalem dan menghabiskan masa kecilnya di Tepi Barat.

Dia mengalami tragedi personal yang mendalam dengan kehilangan sekitar seratus tujuh puluh lima anggota keluarganya di Gaza sejak Oktober 2023.

Berbagai lembaga seperti Amnesty International bersama beberapa anggota Kongres Amerika telah mengupayakan pembebasannya.

Dr. Omar Suleiman, seorang cendekiawan Muslim ternama di Amerika Serikat, pernah mengunjungi Kordia pada bulan Mei tahun lalu.

Dalam kunjungan itu, dia mendengarkan secara langsung pengalaman pilu yang dialami Kordia selama mendekam di penjara.

“Ia bercerita tentang ditahan di sel yang penuh sesak selama beberapa minggu. Tidur di atas beton (tanpa alas/tempat tidur). Dilarang mendapatkan makanan halal dan pakaian hijab serta pakaian dasar. Tidak ada rasa hormat terhadap kesopanan ketika penjaga pria memasuki sel. Dilarang berpuasa selama Ramadan. Berbulan-bulan seperti itu. Sendirian,” tutur Dr. Omar Suleiman.

Kisah tersebut dia tuangkan dalam sebuah artikel berjudul "Leqaa Kordia: The forgotten prisoner" yang terbit di situs Mondoweis pada Juni 2025.

Dr. Suleiman menggambarkan suasana ruang kunjungan yang dingin dengan dinding beton dan pencahayaan sangat terang.

Dia membandingkan kunjungannya itu dengan pertemuannya sebelumnya dengan tahanan lain yang akhirnya dibebaskan.

Kordia menceritakan kondisinya dengan tekad yang tenang meski mengalami perlakuan yang sangat keras selama penahanan.

Dia dipindahkan ke Prairieland Detention Center di Texas yang berjarak ribuan kilometer dari keluarganya di New Jersey.

Alasan resmi penahanannya adalah pelanggaran status visa pelajar yang sudah kedaluwarsa sejak tahun 2022.

Meski dakwaan pidana terkait aksi protesnya telah dibatalkan, otoritas imigrasi tetap menahannya saat melakukan pemeriksaan rutin.

Hakim imigrasi sebenarnya telah dua kali memerintahkan pembebasannya dengan jaminan yang disyaratkan.

Namun pemerintah melalui prosedur penangguhan otomatis berhasil mencegah eksekusi keputusan tersebut.

Kordia melaporkan kesulitan mendapatkan makanan halal dan fasilitas ibadah yang layak selama dalam tahanan.

Hak untuk berpuasa pada bulan Ramadan juga tidak dihormati oleh petugas di tempat penahanan.

Dia saat ini sedang menempuh proses hukum melalui pengadilan federal untuk memperjuangkan kebebasannya.

Kisahnya mendapat perhatian yang sangat minim dari media arus utama di Amerika Serikat.

Hanya segelintir pengacara dan aktivis yang terus memperjuangkan pembebasannya tanpa sorotan publik yang luas.

Ibunya yang tinggal di Paterson, New Jersey, hidup dalam kesedihan dan penantian tanpa kepastian.

Dr. Suleiman menegaskan bahwa Kordia tidak boleh dilupakan di tengah penindasan terhadap suara yang kritis.

Penahanannya mencerminkan kebijakan keras pemerintahan Trump terhadap aktivis yang vokal mendukung Palestina.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved