Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kuburan Band Bantah Lagu Ejekan untuk Slank, Tegaskan Isu Sindiran Hanya Rekayasa AI dan Sudah Hubungi Kaka

 Kuburan Band. Foto: Instagram/@bandkuburan

Repelita Jakarta - Jagat media sosial X belakangan ini ramai dengan peredaran sebuah rekaman lagu yang dikaitkan dengan grup musik Kuburan Band.

Karya tersebut menjadi bahan pembicaraan luas karena diinterpretasikan sebagai bentuk sindiran terhadap single terbaru Slank berjudul Republik Fufufafa.

Personel Kuburan Band, yaitu Denny Rahmat Ramdani yang mengisi posisi bass serta Raka Auliantara pada gitar, segera memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan informasi yang salah.

Denny dengan tegas menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar sama sekali.

Menurutnya, kemungkinan besar terjadi kesalahan penandaan atau tag yang tidak akurat terhadap band mereka.

Sejak lagu itu pertama kali muncul, anggota Kuburan Band langsung mencurigai adanya keanehan.

Setelah mendengarkan secara teliti, mereka semakin yakin bahwa rekaman tersebut merupakan buatan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Aransemen musiknya terasa sangat khas hasil generasi mesin.

Raka menambahkan pandangan serupa dengan menyoroti aspek teknis permainan instrumen.

Ia menyebut bahwa tingkat kerapian tersebut terlalu sempurna untuk disebut sebagai karya manusia asli.

Untuk mencegah timbulnya salah paham yang lebih jauh dengan Slank, Kuburan Band segera mengambil inisiatif menghubungi vokalis Slank, Kaka, lewat pesan langsung di Instagram.

Denny menuturkan bahwa hubungan mereka dengan Kaka cukup akrab meski jarang bertemu, berkat pengalaman pernah tampil bersama di panggung yang sama.

Respons dari Kaka ternyata sangat positif dan santai.

Ia langsung memahami bahwa lagu itu hanyalah ciptaan AI atau karya generik dari mesin.

Bahkan, Kaka justru menyampaikan rasa tidak enak karena nama Kuburan Band turut terseret dalam kontroversi ini.

Kaka khawatir hal tersebut bisa mengganggu promosi single terbaru Kuburan Band yang berjudul Ajeng.

Denny lalu menyamakan peristiwa ini dengan aksi entitas AI yang seperti musuh dalam film Mission Impossible, berpotensi memicu adu domba antarpihak.

Untungnya, komunikasi cepat membuat segalanya tetap harmonis tanpa korban.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved