Repelita Jakarta - Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, memberikan dukungan terbuka terhadap komika Pandji Pragiwaksono. Pernyataan ini disampaikannya melalui akun media sosial X pribadi pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2026, menanggapi kontroversi materi komedi "Mens Rea" yang tayang di platform Netflix.
Cholil Nafis mengungkapkan apresiasi pribadinya atas karya dan narasi yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono. Dia menilai konten yang disajikan oleh komika tersebut mengandung unsur inspiratif yang dikemas bersama dengan kritik sosial yang tajam namun tetap menghibur.
“Saya pribadi senang menyimak kalam dan narasi Pandji Pragiwaksono,” tulis Cholil Nafis dalam cuitannya.
“Yang inspiratif dg kritik2-nya yg jenaka tapi menusuk,” tambahnya, menggambarkan gaya komedi Pandji yang dianggapnya unik dan efektif.
Dia menyampaikan harapan agar Pandji tidak menjadi terbatas atau terbungkam oleh berbagai tekanan dan sorotan yang sedang dihadapinya saat ini. Menurut pandangan Cholil Nafis, kehadiran sosok seperti Pandji di ruang publik merupakan suatu kebutuhan untuk menjaga dinamika sosial yang sehat.
“Jangan bungkam dia krn kami butuh itu,” ungkapnya dengan tegas dalam unggahan tersebut.
Lebih lanjut, Cholil Nafis bahkan menyamakan esensi dari pertunjukan komedi yang dibawakan Pandji dengan aktivitas dakwah dalam konteks tertentu. Dia melihat nilai introspeksi dan muhasabah yang dapat mendorong bangsa untuk terus melakukan perbaikan dan menjaga kesehatan sosial politik.
“Menurut saya itu tak beda dg dakwah dalam ajakan muhasabah diri agar bangsa ini tetap sehat,” tuturnya memberikan analogi.
Di akhir pernyataannya, dia memberikan dorongan semangat kepada Pandji Pragiwaksono untuk terus melanjutkan karyanya. Ungkapan dukungan ini disampaikan di tengah situasi di mana Pandji sedang menghadapi proses hukum atas laporan dari beberapa pihak terkait materi komedinya.
“Mas Pandji lanjutkan aja ya,” terangnya sebagai penutup cuitan.
Materi komedi "Mens Rea" yang dibawakan Pandji Pragiwaksono telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk pelaporan ke pihak kepolisian oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan. Materi tersebut dinilai oleh beberapa pihak mengandung konten sensitif yang menyentuh figur pemerintahan dan wakil presiden.
Dukungan dari tokoh agama seperti Cholil Nafis ini muncul sebagai bagian dari dinamika publik yang memperdebatkan batas-batas kebebasan berekspresi dalam format komedi. Perspektif yang disampaikannya memberikan dimensi baru dalam melihat fungsi sosial dari kritik yang dikemas melalui humor.
Masyarakat diharapkan dapat menyikapi perbedaan pandangan mengenai karya seni dan ekspresi budaya dengan bijak dan proporsional. Diskusi yang sehat dan saling menghormati menjadi kunci untuk memelihara ruang publik yang inklusif namun tetap bertanggung jawab.
Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan kejelasan tanpa harus meredam kreativitas dan kritik konstruktif yang diperlukan dalam kehidupan demokrasi. Peran berbagai pihak termasuk tokoh agama dalam memberikan perspektif yang berimbang sangat diperlukan dalam situasi seperti ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

