
Repelita Bogor - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan mengungkapkan suasana dan pesan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selama mengikuti retret kedua di Hambalang.
Dia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo menyinggung secara langsung persoalan fitnah dengan mengutip ayat dari kitab suci Al-Qur'an di hadapan para peserta retret.
Haikal menuturkan bahwa pesan itu disampaikan oleh Presiden pada waktu retret dengan menyitir salah satu ayat Al-Qur'an mengenai bahaya fitnah.
Menurutnya Prabowo mengutip ayat yang menegaskan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan dan disebutkan di dua tempat yang berbeda.
Lebih lanjut Haikal juga membagikan pengalamannya mengenai sisi religius yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo selama kegiatan berlangsung.
Dia menggambarkan Prabowo sebagai sosok pemimpin yang kerap mengingatkan anak buahnya untuk menjalankan ibadah tepat waktu seperti salat magrib.
Haikal menyatakan kekagumannya dan bertanya apakah tidak seharusnya bangga memiliki presiden dengan karakter keagamaan seperti itu.
Dia juga menyampaikan rasa emosionalnya melihat figur presiden yang terus menerus dihina disinyir dan dimaki oleh berbagai pihak meski menunjukkan kepedulian agama.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto juga telah menyinggung sikap sebagian elite yang dinilainya hanya gemar menghujat dan mencela kinerja pemerintah.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara pengumuman Swasembada Pangan di Karawang Jawa Barat pada hari Rabu tanggal tujuh Januari dua ribu dua puluh enam.
Dia menyatakan bahwa ada sebagian elite yang kerjanya hanya mengejek menghujat memfitnah dan menyinyir tanpa melihat keberhasilan yang dicapai bangsa Indonesia.
Prabowo mencontohkan minimnya apresiasi terhadap prestasi para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Dia menyayangkan bahwa tidak ada ucapan selamat atau penghargaan terhadap usaha pemerintah dari kelompok tersebut yang justru selalu mengejek.
Presiden mengaku heran dengan perilaku elite tersebut dan menduga bahwa kelompok itu hanya aktif dan vokal di media sosial tanpa kejelasan yang nyata.
Prabowo bahkan menyampaikan kemungkinan bahwa mereka dibayar untuk melakukan aktivitas menghujat dan menyebarkan fitnah terhadap pemerintah dan pencapaian bangsa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

