Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jhonlin Group Capai Kesepakatan Damai dengan Masyarakat Adat Papua, Salib Merah Dicabut Usai Dialog Proyek Cadangan Pangan Nasional di Wanam

 Pencabutan palang berbentuk salib berwarna merah oleh warga adat di lokasi Food Estate Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (Foto: Instagram).

Repelita Merauke - Kepercayaan pemerintah kepada Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsudin Arsyad untuk menggarap proyek cadangan pangan nasional di Papua terbukti tidak salah tempat.

Semua fase pelaksanaan berlangsung mulus karena perusahaan tersebut menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Ketika muncul gesekan dengan komunitas setempat atau kelompok adat, baik perusahaan maupun aparat negara memilih pendekatan dialogis.

Pendekatan tersebut mengutamakan pembicaraan daripada konfrontasi atau langkah tegas yang represif.

Pada pertengahan Desember 2025, masyarakat adat Malind Maklew di Kampung Wanam Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke melakukan aksi penolakan.

Mereka menancapkan salib berwarna merah serta menerapkan sasi adat untuk melarang segala kegiatan perusahaan.

Aksi serupa telah terjadi lebih awal pada awal Desember 2025 di wilayah Kahol Basik-Basik Moiwend Balagaize serta Gebze.

Penandaan dilakukan di persimpangan jalan penghubung beberapa kampung serta akses dermaga baru.

Selain protes langsung, perusahaan juga dihadapkan pada berbagai tuduhan negatif dari kalangan tertentu.

Tuduhan tersebut mencakup kerusakan lingkungan serta pengambilalihan tanah tanpa hak.

Namun pihak perusahaan dan pemerintah memilih tidak bereaksi berlebihan terhadap opini tersebut.

Penunjukan lokasi serta pelaksana proyek telah melalui kajian mendalam dari otoritas terkait.

Tujuan utama inisiatif ini adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Papua sekaligus mencapai kemandirian pangan nasional.

Untuk menyelesaikan konflik, perusahaan intensif berkomunikasi dengan tokoh adat di wilayah Wanam.

Usaha tersebut membuahkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Masyarakat akhirnya menerima keberadaan perusahaan serta kelanjutan program cadangan pangan.

Upacara adat pencabutan salib merah serta pembatalan sasi dijadwalkan pada 7 Januari 2026.

Persiapan dilakukan sehari sebelumnya dengan menyediakan berbagai perlengkapan ritual.

Perlengkapan mencakup sagu kelapa pisang singkong kayu bakar kulit bush pinang sirih serta rempah-rempah lainnya.

Tambahan bahan seperti kopi dan gula juga disiapkan dalam jumlah cukup.

Perusahaan menyediakan alat berat untuk mengangkut kayu serta material dari hutan.

Proyek ini telah ditetapkan sebagai program strategis nasional melalui regulasi koordinator perekonomian tahun 2023.

Penguatan status dilakukan lewat rencana pembangunan jangka menengah serta instruksi presiden tahun 2025.

Wilayah Wanam secara khusus ditunjuk sebagai pusat produksi pangan dengan Jhonlin Group sebagai penanggung jawab utama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved