Repelita Jakarta - Analis komunikasi politik Hendri Satrio memberikan sorotan tajam terhadap pernyataan dan klarifikasi yang disampaikan oleh Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali.
Sorotan tersebut berfokus pada pernyataan Ahmad Ali mengenai kesiapan Partai Solidaritas Indonesia dan figur Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kontestasi Pemilihan Presiden 2029 mendatang.
Dalam sebuah episode podcast yang diunggah ke platform digital, Ahmad Ali menyebutkan bahwa Gibran berpotensi menjadi kompetitor yang cukup kuat.
“(Gibran) Bisa menjadi kompetitor,” kata Ahmad Ali dalam podcast tersebut.
“Kompetitor yang cukup kuat menurut saya,” tambahnya.
Pernyataan lebih lanjut bahkan menyebut bahwa Gibran merupakan kandidat terbaik dibandingkan dengan figur lain yang potensial maju pada pemilu tersebut.
“Kalau saya sih sederhana saja, emang ada calon presiden lebih baik dari pada Gibran?” ungkapnya.
Ucapan tersebut kemudian memicu berbagai interpretasi dan akhirnya mendorong Ahmad Ali untuk mengeluarkan pernyataan klarifikasi.
Hendri Satrio menyoroti dinamika ini melalui sebuah cuitan di akun media sosial X pribadinya pada Senin (26/1/2026).
Ia memberikan komentar mengenai ekspresi yang ditampilkan oleh Ahmad Ali saat memberikan klarifikasi tersebut.
“Pusing dia,” tulis Hendri Satrio.
“Mungkin abis diomelin, mungkin ya…,” ungkapnya lebih lanjut.
Klarifikasi resmi dari Ahmad Ali merujuk pada dua episode podcast berbeda yang menjadi sumber pernyataan awal.
Dalam kedua rekaman tersebut, pembahasan utama berkisar pada hubungan baik antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden ketujuh RI Joko Widodo.
Kesinambungan kepemimpinan nasional yang diwujudkan melalui duet Prabowo dan Gibran juga menjadi poin penting dalam percakapan itu.
Ahmad Ali menegaskan bahwa judul-judul pemberitaan yang beredar berpotensi menimbulkan asumsi yang tidak sesuai dengan konteks pembicaraan sebenarnya.
Menurut penilaiannya, kutipan yang diambil oleh media tidak merepresentasikan keseluruhan dialog yang terjadi.
“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” tegas Ahmad Ali dalam siaran tertulisnya.
Ia menggarisbawahi bahwa sosok Gibran Rakabuming Raka merupakan Wakil Presiden dengan potensi dan kapasitas kerja yang sangat mumpuni.
“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja,” ungkapnya.
“Itu kualitas yang nyata,” jelas Ahmad Ali.
Terkait keputusan politik Prabowo Subianto, ia menekankan bahwa pemilihan Gibran sebagai pendamping didasarkan pada pertimbangan kapasitas dan potensi nyata.
“Pak Prabowo tentu tidak akan memilih pendamping yang tidak punya kapasitas,” sebutnya.
“Kalau hari ini Mas Gibran mendampingi beliau, itu karena dinilai mampu dan punya potensi,” paparnya.
Dalam klarifikasinya, Ahmad Ali juga menegaskan bahwa substansi pembicaraan tidak terkait dengan spekulasi politik untuk Pemilihan Presiden 2029.
Fokus utama yang ingin disampaikan justru adalah pentingnya konsentrasi pada kerja nyata pemerintahan ke depan.
“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia,” terang Ahmad Ali.
“Beliau belum memikirkan 2029,” lanjutnya.
“Soal politik ke depan, itu nanti saja kita lihat,” tutup Ketua Harian PSI tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

