Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Demo di Iran yang semakin meluas

 Para pemilik toko dan pedagang turuk ke jalan dalam aksi demonstrasi, memprotes kondisi ekonomi Iran pada Senin (29/12/2025) Foto: Fars via AFP

Repelita Teheran - Pihak berwenang Iran menyatakan tidak akan memberikan kelonggaran terhadap individu yang dianggap sebagai perusuh di tengah gelombang demonstrasi yang terus berlanjut.

Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei mengeluarkan peringatan tegas tersebut pada awal Januari 2026.

Pernyataan itu muncul saat aksi protes atas krisis ekonomi memasuki pekan kedua dengan korban jiwa di kedua belah pihak.

Demonstrasi dimulai pada 28 Desember 2025 di Teheran ketika pedagang melakukan mogok kerja karena melonjaknya harga barang dan pelemahan nilai rial.

Aksi tersebut dengan cepat meluas ke puluhan kota di berbagai provinsi dan berubah menjadi tuntutan yang lebih luas.

Mohseni Ejei memerintahkan jaksa di seluruh negeri untuk menindak tegas para perusuh tanpa toleransi.

Namun ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan protes secara damai.

Pemerintah membedakan antara demonstran yang sah dengan kelompok yang melakukan kekerasan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak otoritas Iran untuk melindungi hak berunjuk rasa secara damai.

Guterres menekankan perlunya menghindari korban jiwa lebih lanjut dalam menghadapi situasi ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman bahwa negaranya akan memberikan respons keras jika aparat terus menimbulkan korban di kalangan demonstran.

Peringatan Trump disampaikan tak lama setelah operasi militer AS di Venezuela yang berhasil menangkap pemimpin negara tersebut.

Menurut laporan berbagai sumber, demonstrasi telah menyebar ke lebih dari 20 provinsi dan melibatkan puluhan kota.

Mayoritas aksi terjadi di wilayah barat dan kota-kota kecil hingga menengah.

Seorang petugas polisi bernama Shahin Dehghan tewas ditusuk saat berusaha mengendalikan kerusuhan di wilayah barat Teheran pada 8 Januari 2026.

Kantor berita setempat melaporkan upaya identifikasi pelaku sedang dilakukan secara intensif.

Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia di Iran tetap aman hingga saat ini.

Sebanyak 386 WNI tercatat berada di Iran berdasarkan data terakhir dan belum ada yang terdampak demonstrasi.

KBRI Teheran terus memantau situasi serta mengimbau WNI untuk menghindari kerumunan massa.

Protes yang memasuki hari ke-12 ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi ekonomi yang memburuk.

Sidang perdana gugatan perdata dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat meski ada kemungkinan tergugat absen.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved