
Repelita [Jakarta] - Influencer kripto Timothy Ronald tengah menjadi sorotan publik setelah dilaporkan atas dugaan penipuan investasi trading aset digital. Salah seorang korban bernama Younger mengaku mengalami kerugian finansial mencapai tiga miliar rupiah setelah tergiur oleh gaya hidup mewah yang sering dipamerkan Timothy di berbagai platform media sosial.
Younger menuturkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia kripto bermula dari pengamatan terhadap kesan kesuksesan yang ditampilkan oleh Timothy Ronald melalui unggahan-unggahannya. Dia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Akademi Kripto, sebuah komunitas edukasi yang dibentuk dan dikelola oleh influencer tersebut.
Publik pun mulai menelusuri latar belakang kehidupan pribadi Timothy Ronald seiring dengan semakin mencuatnya kasus hukum yang melibatkan namanya. Banyak yang mempertanyakan apakah kekayaan yang ditampilkannya berasal dari keluarga konglomerat atau murni hasil usaha pribadinya dalam dunia perdagangan digital.
Dalam penampilannya di podcast Deddy Corbuzier pada bulan Juni 2025, Timothy Ronald membuka sedikit tentang kehidupan keluarganya dengan menyatakan bahwa dia bukan berasal dari kalangan pengusaha besar. Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta di sektor teknologi informasi dengan kondisi ekonomi yang digambarkan berada pada level menengah dan cukup berkecukupan.
Timothy mengungkapkan bahwa dia memulai kehidupan mandiri sejak orang tuanya berpisah saat usianya masih sekitar lima belas tahun. Keputusan untuk tidak bergantung secara finansial kepada keluarga membuatnya menolak bantuan biaya pendidikan yang ditawarkan ayahnya meskipun saat itu dia bersekolah di institusi dengan biaya cukup tinggi.
Dia mengakui sempat mengalami kesulitan keuangan di awal masa kemandiriannya namun tetap berkomitmen untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup dan pendidikannya sendiri. Kerja kerasnya tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk mendukung ibu dan saudara-saudara kandungnya termasuk membiayai pendidikan adiknya di luar negeri.
Timothy bahkan menyewa rumah khusus untuk ibunya serta meminta kakaknya berhenti bekerja agar dapat menemani sang ibu melakukan perjalanan keliling dunia. Sebagai bentuk perhatian kepada ayahnya, dia memberikan sebuah mobil meskipun menyadari bahwa ayahnya sebenarnya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
Hubungan dengan keluarga besar tidak selalu mulus karena Timothy mengungkapkan pernah merasakan pengasingan dari kerabat saat kondisinya masih belum stabil secara finansial. Pengalaman tersebut membuatnya memilih untuk menjaga jarak dengan keluarga besarnya demi menjaga ketenangan batin dan fokus pada pengembangan diri.
Saat ini Timothy Ronald diketahui masih berstatus lajang meskipun sempat dikabarkan menjalin hubungan dengan seorang model dan influencer bernama Hanami Wang. Julukan sebagai raja kripto Indonesia melekat padanya berkat popularitasnya di komunitas aset digital serta perannya sebagai pendiri Akademi Krypto.
Kasus hukum yang melibatkannya bermula dari laporan sejumlah anggota komunitas yang merasa dirugikan setelah mengikuti sinyal investasi yang diberikan melalui grup diskusi daring. Pada Januari 2024, korban mendapat arahan untuk membeli koin Manta dengan janji kenaikan nilai hingga ratusan persen namun kenyataannya harga aset justru mengalami penurunan drastis.
Akun media sosial bernama Skyholic888 mengklaim telah mendampingi ribuan korban dengan total kerugian mencapai dua ratus miliar rupiah. Laporan resmi telah diajukan ke pihak kepolisian dengan menggunakan sejumlah pasal hukum terkait penipuan, penyebaran informasi menyesatkan, serta pelanggaran dalam transaksi keuangan digital.
Baik Timothy Ronald maupun rekan trader bernama Kalimasada yang juga disebut dalam laporan belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

