Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

AS Memanas Setelah Agen ICE Bunuh Warga Amerika Kedua dalam Sebulan, Picu Protes

 AS Memanas Setelah Agen ICE Bunuh Warga Amerika Kedua dalam Sebulan, Picu Protes

Repelita Minneapolis - Agen imigrasi Amerika Serikat menembak dan menewaskan seorang warga negara AS di kota Minneapolis.

Insiden tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 24 Januari 2026 dan memicu kecaman serta protes keras.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menggambarkan kejadian ini sebagai tindakan membela diri dari petugas.

Mereka menyatakan seorang agen Patroli Perbatasan menembak setelah seorang pria mendekat dengan membawa senjata api.

Pria tersebut disebutkan melakukan perlawanan keras ketika petugas berusaha melucuti senjatanya.

Namun rekaman video yang diverifikasi oleh Reuters menunjukkan narasi yang berbeda.

Video tersebut memperlihatkan pria yang tewas itu memegang telepon genggam, bukan senjata api.

Pria itu diidentifikasi sebagai Alex Pretti yang berusia tiga puluh tujuh tahun.

Dia tampak sedang membantu para pengunjuk rasa lain yang didorong ke tanah oleh agen federal.

Saat video dimulai, Pretti terlihat merekam seorang agen yang mendorong seorang perempuan.

Dia kemudian bergerak menghalangi antara agen tersebut dengan para perempuan yang terdorong.

Pretti mengangkat lengannya untuk melindungi diri saat disemprot semprotan merica oleh agen.

Dia berbalik dan mencoba membantu perempuan yang terjatuh di tanah tersebut.

Agen itu terus menyemprotkan semprotan merica ke arah Pretti secara berulang-ulang.

Ketika Pretti mengangkat perempuan itu, agen federal menariknya menjauh dengan paksa.

Beberapa agen lainnya memaksa Pretti untuk berlutut di atas jalanan.

Salah satu agen tampak mengambil sesuatu dari ikat pinggang Pretti sebelum menjauh.

Beberapa saat kemudian, seorang petugas lain mengarahkan pistol ke punggung Pretti.

Petugas itu menembakkan empat kali tembakan secara beruntun ke arah tubuh Pretti.

Tembakan tambahan kemudian terdengar dari agen lain yang juga menembak ke arahnya.

Semua agen awalnya mundur dan meninggalkan tubuh Pretti terbaring di jalan.

Beberapa agen kemudian kembali untuk menawarkan bantuan medis kepada Pretti.

Sementara itu agen lainnya mencegah saksi mata untuk mendekati lokasi kejadian.

Korban penembakan diketahui bekerja sebagai seorang perawat di unit perawatan intensif.

Ratusan demonstran kemudian membanjiri lingkungan sekitar tempat kejadian.

Mereka berhadapan langsung dengan agen federal yang bersenjata dan mengenakan penutup wajah.

Agen-agen itu menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan massa.

Protes serupa juga terjadi di kota New York, Washington D.C., dan San Francisco.

Ketegangan antara pejabat negara bagian dan federal semakin meningkat setelah insiden ini.

Gubernur Minnesota Tim Walz menyatakan ketidakpercayaannya terhadap pemerintah federal.

"Saya telah melihat video dari beberapa sudut dan itu menjijikkan," kata Walz.

Dia menegaskan bahwa pemerintah federal tidak dapat dipercaya untuk memimpin penyelidikan.

Negara bagian akan mengambil alih proses penyelidikan terhadap insiden penembakan ini.

Kepala Biro Penangkapan Kriminal Minnesota menyatakan agen federal menghalangi timnya.

Mereka tidak diizinkan untuk memulai penyelidikan pada hari Sabtu saat kejadian.

Kepala Polisi Minneapolis menyatakan Pretti adalah pemilik senjata api yang sah.

Dia tidak memiliki catatan kriminal selain beberapa pelanggaran lalu lintas ringan.

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menuntut penghentian operasi penegakan imigrasi.

"Berapa banyak lagi warga Amerika yang harus mati atau terluka parah agar operasi ini berakhir?" katanya.

Presiden Donald Trump menuduh pejabat lokal memicu perlawanan dengan retorika berbahaya.

Penembakan ini terjadi sehari setelah puluhan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes.

Masyarakat sudah marah dengan berbagai insiden yang melibatkan agen federal sebelumnya.

Termasuk penembakan terhadap warga negara AS bernama Renee Good pada tanggal 7 Januari.

Penahanan warga AS yang hanya mengenakan celana pendek di rumahnya juga memicu kemarahan.

Penahanan anak-anak sekolah termasuk seorang anak laki-laki berusia lima tahun menambah daftar protes.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved