
Repelita Jakarta – Polemik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat ke publik.
Kali ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, mengungkap adanya praktik perekrutan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan semangat awal program.
Muazzim menyebut bahwa salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) merekrut seluruh karyawannya dari satu keluarga.
Karena saya melihat, ada salah satu SPPG itu yang merekrut anaknya, ponakannya, istrinya, sepupunya. (2 Oktober 2025)
Ia menjelaskan bahwa dalam satu unit SPPG terdapat 47 orang karyawan.
Namun, seluruhnya berasal dari keluarga yang sama.
Jadi yang jadi karyawan di SPPG itu keluarganya saja yang 47 orang itu. Nah coba dipikirkan itu juga. (2 Oktober 2025)
Padahal, sejak awal program MBG dirancang untuk menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar dapur layanan.
Kita sepakat bahwa yang tenaga kerja direkrut itu dari sekitar. (2 Oktober 2025)
Muazzim memahami bahwa di beberapa wilayah, sumber daya manusia (SDM) yang tersedia mungkin terbatas.
Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan perekrutan yang tidak transparan.
Tapi kalau memang SDM nya terbatas, tidak paham untuk masak dan sebagainya. Itu juga susah. (2 Oktober 2025)
Sebagai solusi, kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengusulkan agar dilakukan pelatihan kepada para karyawan SPPG.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal agar bisa terlibat langsung dalam pelaksanaan program MBG.
Ada beberapa usulan dari saya, pertama adalah pelatihan kepada karyawan di masing-masing SPPG. Memang kemarin itu ada harapan supaya kita menyerap tenaga kerja di sekitar. (2 Oktober 2025)
Editor: 91224 R-ID Elok

