
Repelita Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung turut menanggapi polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan dikaitkan dengan kasus keracunan massal siswa.
Menurut Rocky, sejak awal program MBG sudah mendapat sinisme karena persiapan awalnya dinilai tidak matang.
Meski begitu, ia menilai bahwa ide makan gratis merupakan gagasan yang bertujuan mulia.
Program tersebut, kata Rocky, dimaksudkan untuk mendistribusikan keadilan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik.
Karena itu anak-anak diatur makan bergizinya supaya ada persiapan untuk menjadi generasi yang produktif, punya kapasitas berpikir yang kuat dalam bersaing dengan generasi di belahan bumi lain, itu yang disebut sebetulnya sebagai bonus demografi, ujar Rocky Gerung dalam kanal YouTube-nya, Rabu (1/10/2025).
Ia menekankan bahwa bonus demografi bukan sekadar soal jumlah penduduk, melainkan kualitas generasi yang tersedia.
Rocky menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan untuk menciptakan generasi terbaik melalui program tersebut.
Menurutnya, masalah stunting harus ditekan dan kebutuhan gizi anak-anak harus terpenuhi.
Namun ia mengingatkan bahwa program berskala besar seperti MBG harus disertai sistem mitigasi yang matang.
Jika tidak, maka potensi kekacauan akan sulit dihindari.
Banyak contoh dalam sejarah, proyek yang sifat massal, di dalamnya pasti terjadi kekacauan, tuturnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

