
Repelita Jakarta - Latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik seiring berjalannya sidang gugatan warga sipil bernama Subhan Palal di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Subhan menyoroti jenjang pendidikan menengah Gibran yang disebut dilakukan di luar negeri, yakni di Singapura dan Australia.
Sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan ijazah SMA Gibran karena lembaga pendidikan yang diikuti di Australia diketahui bukan sekolah formal, melainkan setingkat bimbingan belajar.
Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Gibran disebut memiliki kemampuan setara dengan siswa kelas 3 SMK saat mengikuti studi di UTS Insearch.
Seiring dengan keraguan terhadap ijazah SMA Gibran, publik juga mulai mempertanyakan gelar sarjana yang disandangnya.
Ramainya perdebatan mengenai latar belakang pendidikan Gibran mendorong Management Development Institute of Singapore (MDIS) untuk memberikan klarifikasi.
MDIS memastikan bahwa Gibran Rakabuming Raka pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan MDIS sebagai tanggapan atas pernyataan yang beredar di media sosial mengenai status akademik Gibran.
Management Development Institute of Singapore (MDIS) ingin menanggapi pernyataan yang beredar di media sosial mengenai kualifikasi pendidikan Bapak Gibran Rakabuming Raka, tulis MDIS dalam keterangan resminya, Rabu, 1 Oktober 2025.
Dalam pernyataan tersebut, MDIS menyebut Gibran merupakan mahasiswa penuh waktu sejak tahun 2007 hingga 2010.
Bapak Gibran Rakabuming Raka adalah mahasiswa penuh waktu di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dari tahun 2007 hingga 2010, jelas pihak MDIS.
Selama periode tersebut, Gibran berhasil menyelesaikan program Diploma Lanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

