Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kejar Target Pajak dengan Profesional, Purbaya: Bukan Kayak Preman, Gedor Rumah Jam 5 Pagi...

Dukung Dirjen Pajak "Bersih-bersih", Purbaya: Sekarang Bukan Saatnya  Main-main...

Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam mengejar target penerimaan pajak di sisa tahun 2025 akan dilakukan dengan pendekatan profesional tanpa menggunakan cara-cara yang bersifat intimidatif.

Purbaya menyampaikan, jika terdapat potensi kebocoran penerimaan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan penagihan yang terstruktur dan profesional, bukan dengan metode premanisme atau melakukan penggerebekan ke rumah wajib pajak di pagi hari.

Menurut Purbaya, strategi utama Kementerian Keuangan adalah mempercepat penyerapan pajak melalui manajemen mikro, yakni pemantauan langsung terhadap potensi penerimaan yang belum tergarap secara optimal di berbagai wilayah.

Konsep manajemen mikro ini sebelumnya juga dijelaskan oleh Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto sebagai bagian dari upaya mencegah shortfall atau kekurangan penerimaan pajak menjelang akhir tahun anggaran 2025.

Bimo menjelaskan, pihaknya mulai menerapkan micro management untuk proses collection dengan memantau secara mendetail seluruh wajib pajak, mengidentifikasi potensi terbesar, serta menilai tingkat kepatuhan mereka.

Data yang terkumpul dari kantor wilayah (kanwil) kemudian digunakan untuk menutup gap kepatuhan agar penerimaan pajak bisa lebih optimal tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dengan strategi ini, Ditjen Pajak diharapkan dapat lebih fokus memetakan potensi penerimaan di setiap daerah dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara efektif.

Hingga 30 September 2025, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.516,6 triliun, setara 63,5 persen dari proyeksi akhir tahun sebesar Rp 2.387,3 triliun, atau 95,8 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 2.490,9 triliun.

Target penerimaan pajak yang awalnya Rp 2.189,3 triliun kemudian direvisi menjadi Rp 2.076,9 triliun atau 94,9 persen dari target awal, dengan realisasi hingga September baru mencapai Rp 1.295,3 triliun atau 62,4 persen dari proyeksi.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai semula ditargetkan Rp301,6 triliun, lalu direvisi naik menjadi Rp310,4 triliun atau 102,9 persen dari target awal, dengan realisasi hingga akhir September mencapai Rp221,3 triliun atau 71,3 persen dari proyeksi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved