Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pengamat Heran, Pemerintah Indonesia Terlalu Mengalah dalam Negosiasi dengan Amerika Serikat

 Apa Target Indonesia Usai Bernegosiasi dengan AS?

Repelita Jakarta – Pemerintah Indonesia memilih jalur negosiasi dan diplomasi dalam menanggapi kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Langkah ini dinilai dapat mencegah eskalasi konflik dagang dan menjaga stabilitas perdagangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan harapan Indonesia dari hasil negosiasi dengan Pemerintah AS terkait implementasi tarif importasi baru.

Menurutnya, pihak Indonesia meminta hasil nyata seperti adanya penandatanganan perjanjian hingga penurunan tarif.

Namun, pengamat ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai langkah pemerintah sudah tepat.

Ia berpendapat bahwa sebagai negara yang mengalami surplus perdagangan terhadap AS, Indonesia perlu waspada meskipun surplus tersebut termasuk minor dibanding negara lain.

Sementara itu, pengamat ekonomi sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menyebut pasar internasional menilai positif rencana pemerintah Indonesia untuk memilih jalur negosiasi, bukan retaliasi dalam menanggapi kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Menurutnya, pilihan jalur negosiasi menunjukkan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap investasi di tingkat global, sekaligus demi menjaga stabilitas jangka panjang.

Di sisi lain, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto, menilai kebijakan tarif tersebut harus disikapi secara strategis, bukan sekadar diperdebatkan soal keadilannya.

Ia menekankan pentingnya langkah negosiasi diplomatik antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat demi kepentingan jangka panjang perdagangan nasional.

Dalam menghadapi kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump, pemerintah Indonesia telah mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat.

Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai langkah itu sudah tepat, untuk menghindari simpang siur pernyataan dari pemerintah yang justru kontraproduktif. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved