Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Amien Rais Sebut Ijazah Jokowi Abal-Abal dan Tak Pernah Ada, Ferdinand Nilai Langkah Hukum Hanya Gertakan Panik

 

Repelita, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Muhammad Amien Rais kembali melontarkan kritik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Kali ini, Amien mempertanyakan keaslian ijazah pendidikan yang dimiliki Jokowi.

Ia menyebut sudah sejak tiga tahun lalu meminta agar Jokowi menunjukkan ijazah dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Namun hingga kini, kata Amien, dokumen tersebut tak pernah ditunjukkan ke publik.

"Dan memang tidak ada. Dia gak punya. Kalau ada tentu palsu semuanya, makanya gak berani," ucap Amien dalam unggahan akun Instagram @totalpolitikcom.

Tokoh reformasi itu juga menyinggung ijazah S1 Jokowi yang diklaim berasal dari Fakultas Kehutanan UGM.

Menurutnya, ijazah itu kini terbukti tidak ada.

"Yang dimiliki Jokowi ijazah oplosan, ijazah abal-abal yang menyedihkan sekaligus menggelikan," cetusnya.

Amien menilai kondisi ini membuat Jokowi berada dalam posisi sulit.

"Nah Jokowi kini menghadapi dilema dan saya yakin memang tidak ada jalan keluarnya. Secara objektif saya melihat Jokowi makin terpojok," ucapnya.

Ia juga menyebut posisi terpojok itu bisa membuat Jokowi lebih mudah untuk dituntut secara hukum.

"Seseorang yang sudah berada di pojok, lebih mudah untuk ditangkap dan diseret ke pengadilan," tandas Amien.

Amien turut menyindir pembentukan tim ahli hukum oleh Jokowi yang disebut-sebut untuk menghadapi isu ijazah palsu.

Menurutnya, langkah itu tidak akan ada gunanya.

"Tidak ada gunanya Jokowi membentuk tim ahli hukum untuk memukul balik Doktor Rismon dan puluhan tokoh lainnya untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran," kata Amien.

Sementara itu, Politikus PDIP Ferdinand Hutahean juga angkat bicara terkait isu yang sama.

Ia mengomentari kabar Jokowi menyiapkan tim kuasa hukum untuk menghadapi penyebar isu ijazah palsu.

Ferdinand menyebut langkah tersebut hanya gertakan semata.

"Menurut saya, apa yang dilakukan Jokowi, mengumpulkan pengacara untuk mengambil langkah hukum terkait persoalan ijazahnya itu, basa-basi dan gertak sambal," ujar Ferdinand.

Ia mengatakan jika Jokowi menempuh jalur hukum, publik justru akan menuntut pembuktian ijazah asli.

"Kalau toh ujung-ujungnya pembuktian ijazah, kenapa tidak ditunjukkan saja, kan selesai persoalan. Kan semudah itu," katanya.

Ferdinand menilai, langkah Jokowi justru tampak seperti ingin menakut-nakuti pihak yang akan memeriksa jejak kuliahnya di UGM.

"Itu hanya untuk menakuti orang apalagi ini kak tanggal 15 rencananya akan ada yang mengecek UGM dan di mana Jokowi KKN ketika kuliah," tandasnya.

Ia menyebut, bila benar orang-orang seperti mantan dosen Universitas Mataram Rismon Hasiholan Sianipar mendatangi UGM, itu bisa menjadi ancaman besar bagi Jokowi.

"Ini tentu ancaman besar bagi Jokowi, jadi saya pikir cara dia merespons ini adalah bentuk kepanikan, kekhawatiran, keresahan, ketakutan," pungkas Ferdinand.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved