
Repelita, Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Muhammad Amien Rais kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Kali ini, Amien menyoroti dugaan keaslian ijazah pendidikan Jokowi yang disebutnya meragukan.
Amien mengaku sudah sejak tiga tahun lalu meminta agar Jokowi menunjukkan ijazah dari SD, SMP, hingga SMA.
Namun, hingga kini tak ada satu pun yang ditunjukkan ke publik.
"Dan memang tidak ada. Dia gak punya. Kalau ada tentu palsu semuanya, makanya gak berani," ujar Amien melalui unggahan Instagram @totalpolitikcom, Kamis (17/4/2025).
Menurutnya, ijazah S1 yang diklaim berasal dari Fakultas Kehutanan UGM juga sudah terbukti tidak valid.
"Yang dimiliki Jokowi ijazah oplosan, ijazah abal-abal yang menyedihkan sekaligus menggelikan," tegasnya.
Amien bahkan menyebut saat ini Jokowi tengah berada dalam posisi yang sangat sulit.
Ia menilai kondisi tersebut sebagai peluang hukum yang terbuka lebar.
"Nah Jokowi kini menghadapi dilema dan saya yakin memang tidak ada jalan keluarnya. Secara objektif saya melihat Jokowi makin terpojok," lanjutnya.
Amien mengatakan bahwa orang yang sudah terpojok lebih mudah untuk ditangkap dan diseret ke pengadilan.
Ia menyindir langkah Jokowi yang membentuk tim ahli hukum untuk membantah tudingan seputar ijazah.
"Tidak ada gunanya Jokowi membentuk tim ahli hukum untuk memukul balik Doktor Rismon dan puluhan tokoh lainnya untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran," ujarnya.
Sementara itu, politikus PDIP Ferdinand Hutahean juga ikut menanggapi isu ini.
Menurutnya, rencana Jokowi membentuk tim kuasa hukum tak lebih dari gertakan kosong.
"Menurut saya, apa yang dilakukan Jokowi, mengumpulkan pengacara untuk mengambil langkah hukum terkait persoalan ijazahnya itu, basa-basi dan gertak sambal," kata Ferdinand.
Ia menilai, jika Jokowi memang ingin menyelesaikan polemik ijazah, cukup menunjukkan ijazah aslinya kepada publik.
"Kalau toh ujung-ujungnya pembuktian ijazah, kenapa tidak ditunjukkan saja, kan selesai persoalan. Kan semudah itu," ujarnya.
Ferdinand menduga langkah Jokowi ini hanya untuk menakut-nakuti pihak-pihak yang akan mengecek ke UGM.
"Itu hanya untuk menakuti orang apalagi ini kak tanggal 15 rencananya akan ada yang mengecek UGM dan di mana Jokowi KKN ketika kuliah," ujarnya.
Ia menyebut rencana pengecekan langsung ke kampus bisa menjadi ancaman serius bagi Jokowi.
"Ini tentu ancaman besar bagi Jokowi, jadi saya pikir cara dia merespons ini adalah bentuk kepanikan, kekhawatiran, keresahan, ketakutan," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

