![]()
Repelita Jakarta - Pengamat politik Adi Prayitno menanggapi isu pertemuan peserta Sespimmen Polri dengan Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo pada 17 April 2025.
Dalam komentarnya, Adi menilai bahwa pertemuan tersebut sebaiknya tidak dipolitisasi dan dianggap sebagai silaturahmi biasa.
Adi menekankan bahwa masyarakat tidak perlu terburu-buru menyimpulkan adanya fenomena "matahari kembar" hanya karena pertemuan tersebut.
Ia mengingatkan agar publik tidak membuat kegaduhan dengan asumsi yang belum tentu benar.
Menurutnya, pertemuan semacam ini merupakan tradisi baik dalam kehidupan berbangsa dan tidak perlu dipolitisasi.
Komentar Adi Prayitno ini muncul di tengah spekulasi publik mengenai adanya pengaruh kuat dari tokoh selain Presiden Prabowo Subianto dalam pengambilan keputusan politik nasional.
Istilah "matahari kembar" digunakan untuk merujuk pada fenomena tersebut.
Adi juga menyarankan agar pihak-pihak yang merasa dicurigai karena berkunjung ke kediaman Jokowi dapat menggunakan jawaban yang telah disampaikannya sebagai opsi untuk menghadapi tudingan tersebut.
Ia menegaskan bahwa jawaban tersebut merupakan simulasi jawaban yang dapat digunakan dalam situasi serupa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

