Repelita Jakarta - Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Togar Simatupang menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah ASN Kemendiktisaintek pada Senin pagi. Aksi tersebut dipicu oleh pemberhentian atau mutasi ASN di lingkungan kementerian, serta munculnya isu liar yang menyebut Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro bersikap kasar dan melibatkan istrinya dalam masalah internal.
Togar mengungkapkan bahwa aksi demo yang berlangsung sejak pagi telah selesai pada siang hari. Ia memastikan kegiatan kementerian tetap berjalan normal. "Kita sudah lakukan backup seperlunya, jadi pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujarnya.
Meski tidak melarang aksi demo, Togar menyesalkan beberapa kata-kata yang tertulis dalam karangan bunga yang ditujukan kepada Menteri Satryo. Beberapa tulisan pada karangan bunga itu antara lain: "Kami Tidak Diam Saat Hak Diinjak," "Luka Satu Adalah Luka Kita Semua, Ketidakadilan Pada Satu, Adalah Ancaman Bagi Kita Semua," hingga "Semoga Bahagia di Atas Derita Pegawai Sendiri."
Tulisan tersebut disertai tagar #Lawan, #MenteriDzalim, dan #PaguyubanPegawaiDikti. "Kata-katanya kasar. Itu sudah bukan mencerminkan seorang ASN. Ini sangat menyedihkan," tegas Togar.
Togar juga menjelaskan bahwa para pegawai yang melakukan demo telah diajak berdialog oleh Wakil Menteri dan Dirjen. Ia berharap kejadian serupa tidak akan terulang. "Sudah dilakukan audiensi, mereka sudah diterima oleh Dirjen," katanya.
Terkait tudingan yang diarahkan kepada Menteri Satryo, Togar menegaskan bahwa hal itu tidak berdasar. Ia menilai Satryo sebagai sosok yang tegas, bertanggung jawab, dan berprinsip. "Beliau adalah orang yang mau membuat sesuatu yang bersih. Jadi tudingan itu tidak benar," jelasnya.
Demo yang dilakukan ASN ini juga terkait pemindahan sepihak terhadap Neni Herlina, Prahum Ahli Muda sekaligus Pj Rumah Tangga Kemendiktisaintek, ke Kemendikdasmen pada Jumat lalu. Neni yang turut hadir dalam aksi demo mengaku ketakutan atas kejadian yang menimpanya. "Tiba-tiba hari Jumat itu, karena mungkin melihat saya masih berkeliaran, Bapak Menteri langsung mendatangi saya ke lantai 8. Kejadiannya tidak etis," ungkap Neni kepada wartawan.
Togar berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin demi menjaga profesionalisme di lingkungan Kemendiktisaintek.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

