Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penggeledahan rumah Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sudah sesuai prosedur.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan bahwa penggeledahan dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. “Ya sesuai prosedur saja, hasilnya nanti pasti dilaporkan oleh penyidik,” ujarnya di Jakarta pada Rabu.
Dia menegaskan bahwa KPK akan menjaga transparansi dalam proses penegakan hukum yang dilaksanakannya. Hasil penggeledahan di rumah Hasto tersebut akan disampaikan kepada publik melalui juru bicara KPK.
“Penyidik yang menyampaikan, nanti silakan menghubungi juru bicara ya,” katanya menambahkan.
Sebuah sumber mengungkapkan bahwa Hasto masih menjalankan perannya dalam organisasi partai. Namun, jika dirinya nanti ditangkap, sudah ada nama-nama penggantinya yang disiapkan.
Mekanisme pergantian tersebut sepenuhnya akan menjadi keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Entah apakah pelaksana tugas sekjen akan disiapkan terlebih dahulu, atau cukup dengan wakil sekjen.
Tiga nama yang sempat digadang-gadang berpeluang menggantikan Hasto adalah Andi Wijayanto, Ahmad Basarah, dan Utut Adianto. Nama Djarot Saiful Hidayat dan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul juga mencuat dan disebut sebagai kandidat calon Sekjen PDIP.
Juru Bicara PDIP Guntur Romli mengatakan bahwa hingga kini belum ada pembahasan terkait calon sekjen. “Saya juga tidak bisa berandai-andai, karena semua itu menunggu keputusan dari Ibu Ketua Umum,” ujarnya.
Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa manuver dari kalangan elite PDIP untuk mengincar posisi sekjen bila Hasto ditangkap adalah hal yang wajar. “Yang mencari keuntungan dari proses pemerkaraan sekjen itu kan banyak yang antre untuk gantiin Hasto,” jelas Rocky. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

