![]()
Repelita Jakarta - Politikus Akbar Faizal melalui akun media sosialnya menyampaikan beberapa kritik tajam terkait situasi politik dan sosial Indonesia saat ini.
Ia menyebutkan bahwa ada kelompok tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari posisi kekuasaan, namun pada dasarnya mereka tidak memiliki banyak pengikut.
Kelompok tersebut, lanjut Akbar, kemungkinan besar sedang berusaha untuk memulai sebuah rencana besar yang disebutnya sebagai "dinasti 2029".
Akbar juga menyoroti kondisi Indonesia yang semakin mengkhawatirkan, mulai dari pelanggaran kewenangan yang semakin parah hingga politik yang semakin jauh dari ideologi yang dijanjikan.
Menurutnya, korupsi di Indonesia semakin menggila dan hukum yang berlaku semakin tidak beradab. Ia menegaskan bahwa jika kondisi ini dianggap wajar, terutama oleh generasi muda, maka masa depan Indonesia akan semakin suram.
Dalam kritiknya, Akbar mengingatkan bahwa pembatasan kekuasaan tidak selalu harus melalui undang-undang.
Salah satu cara untuk membatasi kekuasaan adalah melalui kritik terbuka, namun hal tersebut seringkali dihindari oleh para pemilik otoritas.
Ia menambahkan bahwa meskipun ada pihak yang berpura-pura demokratis, pada akhirnya ketahuan juga niat pengkhianatan mereka. Akbar menyarankan untuk menerima kritik yang ada, karena itu adalah bagian dari pembatasan kekuasaan yang sesungguhnya.
Akbar juga menekankan bahwa jika penghinaan yang dilontarkan kepada penguasa semakin keras, hal itu mungkin saja akan berujung pada penghukuman fisik. Ia percaya bahwa sebuah pentas sandiwara politik akhirnya akan berakhir pada waktunya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

