Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Iran, Tapi Ragu Mojtaba Khamenei Mau Damai

 

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan kemampuan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, untuk hidup berdampingan secara damai dengan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Selasa, 10 Maret 2026.

"Saya tidak percaya dia bisa hidup damai," kata Trump, seraya menambahkan bahwa dirinya tidak senang dengan keputusan Teheran mengangkat Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Sebelumnya, Trump juga menyebut penunjukan tersebut sebagai kesalahan besar dan memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran itu tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembicaraan antara Washington dan Teheran, Trump tidak memberikan kepastian yang jelas.

Ia mengatakan mendengar bahwa Iran sangat ingin berbicara, namun menegaskan bahwa hal itu masih mungkin dan bergantung pada syarat yang dapat diterima oleh AS.

Pernyataan tersebut berbeda dengan komentar Trump sebelumnya yang menyebut dirinya telah setuju untuk berbicara dengan pejabat Iran.

Sementara Iran berulang kali menolak negosiasi dengan AS dan tidak akan melanjutkan perundingan terkait program nuklir dengan AS.

Sikap tegas itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut pengalaman masa lalu membuat Teheran tidak lagi percaya pada Washington.

Trump juga kembali membela keputusan militer AS dalam konflik terbaru dengan Iran yang terus memanas.

Ia mengklaim bahwa dalam serangan pembuka pada 28 Februari, militer AS berhasil menghancurkan sekitar setengah dari persediaan rudal Iran.

"Jika kita menunggu tiga hari, saya yakin kita akan diserang," ujar Trump dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu dibantah oleh pemerintah Iran yang menegaskan tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir atau rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Apalagi melakukan agresi militer ke negara lain, sebagaimana halnya AS dan Israel yang justru memulai serangan terlebih dahulu.

Trump juga mengatakan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, melaporkan bahwa Iran mengklaim memiliki uranium yang diperkaya dalam jumlah cukup untuk membuat 11 bom nuklir.

Menurut Trump, informasi tersebut membuat tindakan militer terhadap Iran tidak dapat dihindari oleh pemerintahannya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Mojtaba Khamenei, yang ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru pekan ini, merupakan putra dari Ali Khamenei yang gugur dalam serangan.

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan.

Negara-negara yang menjadi target termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Hingga kini, sedikitnya delapan personel militer AS dilaporkan tewas sejak konflik tersebut dimulai di berbagai lokasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved