Repelita Jakarta - Jenderal Esmail Qaani Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran tidak lagi muncul di depan publik sejak eskalasi perang besar dimulai pada tanggal dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam sehingga memunculkan berbagai spekulasi serius mengenai nasibnya.
Absennya Qaani dari berbagai pernyataan resmi serta kegiatan militer Iran memicu pertanyaan tajam apakah ia benar-benar telah dieksekusi di tengah tekanan berat yang dihadapi rezim Teheran akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Rumor eksekusi tersebut lahir dari rangkaian kegagalan intelijen yang sangat merugikan termasuk bocornya informasi lokasi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei hingga tewas dalam serangan presisi Februari lalu serta jatuhnya sejumlah komandan senior IRGC.
Nama Qaani terseret ke pusaran dugaan pengkhianatan karena posisinya sebagai pemimpin unit elite yang mengatur operasi luar negeri serta jaringan proksi Iran di kawasan Timur Tengah membuatnya menjadi target utama analisis kebocoran internal.
Gaya kepemimpinannya yang lebih birokratis dan tertutup dibandingkan pendahulunya Qasem Soleimani juga memicu berbagai tafsir negatif di kalangan elite militer serta analis keamanan Iran.
Beberapa laporan media regional menyebut Qaani berada di bawah pengawasan ketat bahkan dikabarkan menjalani interogasi terkait dugaan infiltrasi Mossad ke dalam Unit delapan empat puluh IRGC serta jaringan Poros Perlawanan.
Namun di tengah suasana perang total batas antara fakta rumor serta operasi psychological warfare menjadi sangat kabur sehingga isu eksekusi Qaani bisa saja merupakan bagian dari upaya Barat untuk meruntuhkan moral pasukan proksi Iran.
Di sisi lain kemungkinan penyisiran internal dalam tubuh IRGC juga tidak bisa diabaikan karena dalam sejarah rezim yang tertekan militer besar pencarian kambing hitam sering digunakan sebagai mekanisme politik untuk menjaga stabilitas kekuasaan.
Hingga kini status resmi Jenderal Esmail Qaani masih tercatat sebagai Komandan Pasukan Quds dan namanya tetap disebut dalam pernyataan operasi balasan Iran bertajuk Janji Setia empat yang menyasar Tel Aviv.
Ketidakhadiran fisik Qaani dari ruang publik selama lebih dari seminggu terus memicu tanda tanya besar apakah ia sedang ditahan dieksekusi disembunyikan demi alasan keamanan atau memang telah menjadi korban likuidasi internal.
Selama Teheran belum menghadirkan bukti konkret berupa kemunculan langsung sang jenderal misteri seputar nasib Esmail Qaani akan terus menjadi salah satu titik paling lemah dalam narasi pertahanan Iran di mata dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

