Repelita Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh pasukan Amerika Serikat di tengah perluasan konflik yang dipicu serangan AS dan Israel.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi NBC pada Kamis waktu setempat.
Ketika ditanya mengenai kekhawatiran atas invasi darat dari Amerika Serikat ia justru menjawab dengan nada menantang tanpa rasa takut.
Tidak kami justru menunggu mereka kami yakin bisa menghadapi mereka dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka ujar Araghchi dikutip pada Jumat 6 Maret 2026.
Ia menolak segala kemungkinan negosiasi dengan Amerika Serikat serta menegaskan bahwa Iran tidak pernah meminta gencatan senjata dalam konflik ini.
Menurutnya dalam perang sebelumnya justru Israel yang memohon gencatan senjata tanpa syarat setelah dua belas hari pertempuran.
Araghchi merujuk pada konflik Juni tahun lalu ketika militer Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran namun gagal memaksa Teheran menyerah.
Ia juga menanggapi pertanyaan terkait serangan yang menewaskan ratusan anak sekolah dasar di Minab Iran.
Araghchi menyebut sebanyak seratus tujuh puluh satu anak menjadi korban dan menyalahkan militer Amerika Serikat serta Israel sebagai pelaku.
Itulah yang disampaikan militer kami jadi pelakunya pasti Amerika Serikat atau Israel apa bedanya katanya dengan tegas.
Padahal sehari sebelumnya Araghchi masih berada di Jenewa untuk bernegosiasi dengan utusan Presiden Donald Trump yaitu Steve Witkoff serta Jared Kushner.
Serangan yang terjadi selama proses perundingan itu membuat Iran semakin kehilangan kepercayaan terhadap upaya diplomasi dengan Washington.
Ia menyatakan bahwa sejak minggu lalu tidak ada lagi komunikasi dengan Witkoff maupun Kushner.
Faktanya kami tidak punya pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat terutama dengan pemerintahan saat ini tambah Araghchi.
Ia menjelaskan bahwa dua kali perundingan tahun lalu dan tahun ini selalu berakhir dengan serangan mendadak dari pihak Amerika Serikat.
Araghchi menegaskan tidak ada alasan bagi Iran untuk kembali duduk di meja perundingan dengan pihak yang tidak menunjukkan itikad baik dan jujur.
Sikap ini mencerminkan posisi keras Teheran di tengah eskalasi konflik yang terus meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

