Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pulau Kharg Diserang AS, Jantung Ekspor Minyak Iran Terancam, 2 Juta Barel per Hari Bisa Hilang

 

Repelita Kharg Island - Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah satu titik kecil di Teluk Persia mendadak menjadi sorotan dunia energi karena Pulau Kharg Island yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat ekspor minyak Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat.

Serangan itu menargetkan fasilitas militer di pulau yang terletak sekitar 26 kilometer dari pesisir Iran tersebut namun perhatian pasar global segera tertuju pada sesuatu yang jauh lebih besar yaitu peran Kharg sebagai jalur utama pengiriman minyak Iran ke pasar dunia.

Selama ini pulau tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran dari terminal jaringan pipa hingga tangki penyimpanan raksasa seluruh sistem distribusi energi negara itu bertumpu pada fasilitas di pulau kecil tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa militer AS telah "menghancurkan sepenuhnya" seluruh target militer di pulau itu.

Ia juga memperingatkan bahwa infrastruktur minyak Iran bisa menjadi sasaran berikutnya jika Teheran terus mengganggu pelayaran di Strait of Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Ancaman itu membuat pasar energi global waspada dan para analis memantau setiap tanda kerusakan pada jaringan pipa terminal pengapalan maupun tangki penyimpanan di Kharg.

Bahkan gangguan kecil saja bisa memicu ketatnya pasokan minyak dunia mengingat peran strategis pulau tersebut dalam rantai pasok energi global.

Iran sendiri masih mempertahankan pengiriman minyak antara 1,1 juta hingga 1,5 juta barel per hari sejak konflik pecah pada akhir Februari meskipun dalam tekanan serangan militer.

Namun para pengamat energi menilai jika infrastruktur Kharg lumpuh jutaan barel minyak bisa langsung hilang dari pasar global dan memicu lonjakan harga yang signifikan.

"Jika fasilitas Kharg benar-benar terganggu sekitar dua juta barel per hari bisa hilang dari pasar," kata analis energi Dan Pickering memberikan peringatan.

Pulau itu selama ini memang dianggap sebagai titik paling rentan dalam sistem energi Iran karena konsentrasi infrastruktur minyak yang sangat tinggi.

Satu serangan saja berpotensi mengguncang pasokan minyak global dan memicu kekacauan di pasar energi internasional.

Ketegangan semakin meningkat setelah militer Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas energi mereka akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur minyak perusahaan yang bekerja sama dengan Amerika Serikat di kawasan.

Ancaman balasan ini menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik ke sektor energi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian global.

Di tengah eskalasi tersebut jalur pelayaran strategis Strait of Hormuz ikut terdampak dengan dilaporkan mengalami gangguan lalu lintas kapal.

Selat yang mengalirkan sekitar 20 persen minyak dunia itu kini tidak aman dilayari membuat pasar energi Asia dan Eropa semakin gelisah.

Salah satu negara yang paling bergantung pada minyak Iran adalah China yang menjadi pembeli utama minyak mentah Iran terutama bagi kilang-kilang independen.

Kilang-kilang independen China memanfaatkan harga diskon akibat sanksi Barat yang selama ini membebani ekonomi Iran.

Data pelacakan tanker menunjukkan minyak Iran menyumbang lebih dari 11 persen impor minyak laut China tahun ini dengan sebagian besar pasokan itu dikirim melalui Kharg.

Dengan kapasitas penyimpanan sekitar 30 juta barel dan jaringan terminal yang mampu menampung kapal tanker raksasa Kharg selama ini menjadi jantung energi Iran.

Karena itulah setiap ancaman terhadap pulau tersebut langsung mengguncang pasar global dan menjadi perhatian utama para pelaku industri migas.

Di tengah konflik yang terus meningkat pulau kecil itu kini bukan sekadar pelabuhan minyak melainkan berubah menjadi titik krusial yang bisa menentukan stabilitas energi dunia.

Para analis memperingatkan bahwa gangguan serius di Kharg dapat memicu krisis energi global yang dampaknya akan dirasakan oleh seluruh negara pengimpor minyak.

Dunia internasional menanti perkembangan selanjutnya dari konflik yang semakin kompleks dan berpotensi mengguncang perekonomian global secara lebih luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved