Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Novel Baswedan Kecam Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Biadab, Terorganisir, Aktor Intelektual Harus Diungkap

 Potret close-up wajah berkacamata

Repelita Jakarta - Teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis malam 12 Maret 2026 di Jalan Salemba Jakarta Pusat memicu kecaman keras dari mantan penyidik KPK Novel Baswedan.

Novel menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan biadab yang terorganisir dan mengancam keselamatan korban secara serius hingga berpotensi menyebabkan kematian.

"Dia (Andrie Yunus) diserang yang serangan pelakunya itu bermaksud membunuh, kenapa? Pelakunya menyiram air keras di area muka," kata Novel Baswedan saat konferensi pers bersama KontraS di Jakarta pada Jumat 13 Maret 2026.

"Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," jelasnya menerangkan bahaya serangan tersebut.

Lebih lanjut Novel menilai bahwa tindakan ini bukan sekadar teror biasa melainkan upaya untuk mencederai korban secara permanen seumur hidup.

"Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen, begitu jahatnya pelaku itu," beber Novel mengecam keras tindakan biadab tersebut.

Novel juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa aksi penyiraman tersebut dilakukan secara terorganisir dengan perencanaan matang.

"Pelakunya nggak satu motor berdua gitu, nggak. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," terangnya mendeskripsikan rekaman.

"Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang. Jadi begitu jahatnya mereka ini, biadab sekali," tegasnya mengutuk para pelaku.

Sementara itu pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku di lapangan.

Novel mengapresiasi langkah cepat Polri namun menegaskan pengusutan harus menyentuh semua pihak yang terlibat termasuk aktor intelektual di balik serangan tersebut.

"Semua orang yang terlibat harus diusut, aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau dan diberi pertanggungjawaban yang berat," pungkas Novel mendesak aparat.

Insiden ini kembali mengingatkan publik pada kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan sendiri pada 11 April 2017 di Kelapa Gading Jakarta Utara.

Saat itu Novel mengalami luka bakar parah dan kerusakan fungsi mata kiri hingga 95 persen akibat serangan tersebut yang terjadi sesaat setelah ia menunaikan salat subuh.

Kejadian serupa yang menimpa aktivis KontraS ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pejuang hak asasi manusia di Indonesia.

Para aktivis dan penegak keadilan kini merasa terancam dengan meningkatnya serangan terhadap mereka yang memperjuangkan kebenaran.

Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan dan pengusutan tuntas terhadap pelaku dan dalang kejahatan tersebut.

Publik menanti langkah nyata kepolisian dalam mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku serta aktor intelektual di baliknya.

Andrie Yunus sendiri saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya.

Rekan-rekan aktivis terus memberikan dukungan moral dan doa untuk kesembuhan Andrie yang merupakan salah satu pejuang HAM paling gigih di Indonesia.

Keluarga besar KontraS mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para aktivis HAM yang selama ini bekerja untuk keadilan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved