Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Hujani Israel Rudal Balistik: Sirene Tel Aviv Menggema, Iron Dome Ditelusup, Bunker Tak Selamatkan Warga

 

Repelita Tel Aviv - Sirene peringatan kembali menggema di Tel Aviv serta berbagai wilayah Israel pada Minggu 8 Maret 2026 setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan gelombang rudal baru sebagai respons atas serangan sebelumnya.

IRGC menargetkan sejumlah objek vital termasuk kilang minyak Haifa sebagai balasan langsung terhadap serangan udara Israel ke fasilitas minyak di Iran.

Ledakan keras terdengar di langit Yerusalem setelah sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat rudal klaster yang diluncurkan IRGC.

Sejak awal konflik hingga hari terbaru sejumlah rudal Iran dilaporkan berhasil menembus Iron Dome dan menghantam area permukiman sipil.

Beberapa insiden terjadi di Ramat Gan timur Tel Aviv yang menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan warga sipil.

Seorang jurnalis India Bridge Mohan yang berada di Israel saat serangan rudal Iran berlangsung mengungkapkan bahwa bahkan bunker sedalam sekitar tiga puluh meter tidak selalu mampu memberikan perlindungan penuh.

Ketika bunyi bom meledak di Israel dan tidak pernah terlihat bom itu datang tiba-tiba Anda bisa selamat dengan peluru tembakan kanan kiri tetapi siapa yang selamat terkena rudal Iran katanya.

Mohan menyebutkan adanya laporan korban tewas di dalam bunker meskipun tempat perlindungan tersebut dianggap sangat kuat.

Katanya di bungker Israel aman di sana saya melihat banyak yang tewas ujarnya.

Ia juga menyoroti pembatasan informasi oleh otoritas Israel termasuk larangan pengambilan gambar jenazah serta akses terbatas wartawan ke rumah sakit.

Rudal Iran berhasil mengenainya dan publik tak diberitahu kenyataan apa yang terjadi mereka Israel tidak mau beritahu di sana dilarang merekam saya ke rumah sakit banyak jenazah tuturnya.

Sistem peringatan dini Israel kadang gagal berfungsi bahkan ada kejadian sekitar pukul lima pagi ketika sirene tidak berbunyi dan warga hanya mendengar ledakan mendadak.

Beberapa warga melaporkan rumah-rumah hancur total tanpa ada yang selamat meskipun laporan resmi hanya menyebut satu korban tewas.

Kejadian ini menunjukkan bahwa teknologi pertahanan yang dibanggakan Israel tidak selalu berhasil mencegah serangan rudal Iran.

Amerika Serikat dilaporkan mengalami kesulitan menghadapi serangkaian serangan balasan Iran selama sepekan terakhir.

Menurut The Atlantic yang mengutip pejabat kongres sistem pertahanan Amerika Serikat tidak mampu menangkal gempuran drone Shahed Iran secara efektif.

Militer Amerika Serikat tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk melawan drone Shahed ungkap seorang sumber yang disitat dari surat kabar tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengakui adanya kesenjangan kemampuan dalam menghadapi ancaman drone tersebut.

Amerika Serikat lebih banyak berinvestasi pada sistem pertahanan berlapis untuk ancaman jarak jauh seperti China daripada target jarak dekat dari Iran.

CNN melaporkan bahwa Hegseth dalam pengarahan tertutup dengan anggota parlemen mengakui drone Shahed-136 memberikan tantangan besar bagi pertahanan udara Amerika Serikat.

Pejabat pertahanan Amerika Serikat mengakui kewalahan karena tidak memiliki sistem pertahanan udara yang memadai untuk mencegat seluruh serangan drone Iran.

Drone Shahed-136 buatan Iran terbukti sangat mengganggu karena diproduksi dalam jumlah besar dengan biaya rendah sekitar dua puluh ribu hingga lima puluh ribu dolar per unit.

Menggunakan sistem pertahanan canggih seperti Patriot untuk menembak jatuh drone murah tidak berkelanjutan secara jangka panjang menurut pengakuan Pentagon.

Serangan drone Iran sering diluncurkan dalam jumlah besar sehingga berpotensi melampaui kapasitas pertahanan udara Amerika Serikat di pangkalan-pangkalan Teluk.

Amerika Serikat sedang meningkatkan sistem anti-drone termasuk mengembangkan teknologi yang meniru drone Shahed untuk melawan Teheran.

Meskipun Amerika Serikat masih unggul di udara kemampuan Iran meluncurkan drone secara masif menciptakan tantangan serius bagi pertahanan musuh.

Perang antara Iran melawan Amerika Serikat serta Israel telah memasuki hari ketujuh tanpa tanda-tanda mereda sebaliknya Teheran terus memperluas serangan ke wilayah Israel serta basis militer Amerika Serikat.

Teheran bersikeras menolak negosiasi sebagaimana ditegaskan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani.

Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS tegasnya.

Ali Larijani juga mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menyebut slogan Amerika Pertama telah berubah menjadi Israel Pertama demi nafsu kekuasaan Israel.

IRGC melancarkan gelombang ke-24 Operasi Janji Sejati 4 pada Sabtu dini hari sebagai balasan atas agresi tanpa provokasi dari Amerika Serikat serta rezim zionis Israel.

Tiga rudal diluncurkan menuju lokasi di Tel Aviv dan diklaim berhasil mengenai target yang ditentukan dengan presisi tinggi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved