Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] harga minyak dunia merosot tajam usai Donald Trump blak-blakan mau ambil alih Selat Hormuz

Repelita London - Harga minyak dunia tiba-tiba merosot tajam di pasar global pada awal pekan ini, memicu kepanikan di kalangan investor dan pelaku industri energi yang sebelumnya bersiap menghadapi lonjakan harga akibat konflik di Timur Tengah.

Kejatuhan harga yang dramatis ini terjadi setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan yang berkaitan langsung dengan keamanan jalur pelayaran paling strategis di dunia, yaitu Selat Hormuz.

Donald Trump secara blak-blakan menyebut dirinya siap mengambil alih jalur strategis tersebut jika dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat dan menjamin kelancaran arus perdagangan minyak global.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pengiriman minyak utama dunia yang sangat vital karena dilewati oleh sekitar sepertiga dari total pasokan minyak global setiap harinya.

Pernyataan kontroversial Trump ini langsung menimbulkan ketegangan diplomatik di kawasan Teluk, mengingat banyak negara di dunia sangat bergantung pada stabilitas dan keamanan wilayah perairan tersebut.

Para analis pasar energi menilai bahwa ancaman aksi militer atau upaya kontrol langsung atas selat bisa mengganggu pasokan minyak dunia secara permanen, sehingga harga sempat melonjak sebelum akhirnya justru mengalami kejatuhan.

Investor internasional kini bersikap sangat hati-hati dan memilih menahan diri dari transaksi besar, sementara negara-negara pengimpor minyak mulai menyiapkan strategi antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk.

Situasi pasar yang fluktuatif ini menegaskan betapa rapuhnya pasar energi global terhadap pernyataan dan tindakan politik yang dilontarkan oleh figur-figur berpengaruh seperti mantan Presiden Trump.

Harga minyak mentah dunia tercatat turun pada akhir perdagangan Senin 9 Maret 2026 waktu setempat atau Selasa 10 Maret 2026 pagi WIB, setelah sebelumnya sempat melonjak mendekati level 120 dolar AS per barel.

Penurunan tajam terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan opsi untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz dari tangan Iran.

Mengutip data perdagangan internasional, harga minyak mentah berjangka Brent ambles hingga 4,6 persen ke level 88,43 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan.

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate atau WTI AS terkoreksi lebih dalam hingga 6,19 persen ke level 85,27 dolar AS per barel.

Trump mengatakan kepada CBS News melalui sambungan telepon bahwa kapal-kapal tanker saat ini masih bergerak melintasi Selat Hormuz dengan relatif aman meskipun ada ketegangan.

Namun ia menyebut pemerintah AS sedang mempertimbangkan secara serius untuk mengambil alih jalur tersebut jika kondisi keamanan terus memburuk.

"Saya sedang memikirkan untuk mengambil alihnya," kata Trump dalam wawancara telepon dengan stasiun televisi CBS News.

Ia juga menyatakan optimisme bahwa perang yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini kemungkinan akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Selain wacana pengambilalihan selat, Trump disebut pula sedang mempertimbangkan untuk mengurangi sanksi minyak terhadap Rusia guna membantu menekan harga minyak dunia yang sempat melambung tinggi.

Kabar tersebut disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui secara langsung pembahasan internal pemerintahan Trump kepada kantor berita Reuters.

Pada perdagangan hari sebelumnya, harga minyak mentah Brent sebelumnya sempat melonjak 6,76 persen dan ditutup di level 98,96 dolar AS per barel.

Harga acuan internasional tersebut bahkan sempat menyentuh level tertinggi 119,50 dolar AS pada sesi perdagangan yang sama sebelum akhirnya mengalami koreksi.

Sementara harga minyak mentah WTI sempat ditutup naik 4,26 persen menjadi 94,77 dolar AS per barel pada perdagangan sebelumnya.

Harganya bahkan sempat melonjak hingga 119,48 dolar AS pada perdagangan malam karena negara-negara Arab di kawasan Teluk memutuskan memangkas produksi secara drastis.

Pemangkasan produksi dilakukan karena kapasitas penyimpanan minyak mereka mulai penuh, imbas dari kapal-kapal tanker yang tidak dapat melintasi Selat Hormuz untuk mendistribusikan minyak akibat ancaman keamanan dari Iran.

Kenaikan sebelumnya itu sekaligus menjadi pertama kalinya harga minyak berhasil menembus level psikologis 100 dolar AS per barel sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Saat ini para menteri energi negara-negara G7 dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada Selasa 10 Maret 2026 untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara bersama-sama.

Langkah pelepasan minyak dari stok strategis negara-negara anggota G7 ini dipertimbangkan untuk menambah pasokan minyak di pasar global yang sedang dilanda ketidakpastian.

Anggota G7 sendiri terdiri dari Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat sebagai negara-negara industri terbesar dunia.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pekan ini, para menteri keuangan G7 mengatakan mereka siap mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas pasokan energi dunia.

"Kami siap mengambil langkah yang diperlukan, termasuk untuk mendukung pasokan energi global seperti melalui pelepasan cadangan minyak," demikian bunyi pernyataan bersama para menteri.

Penutupan atau gangguan total di Selat Hormuz berpotensi memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah industri migas modern menurut analisis perusahaan konsultan Rapidan Energy.

Sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak dunia setiap harinya diekspor melalui jalur perairan sempit yang berada di antara Iran dan Uni Emirat Arab tersebut.

Wakil presiden pasar minyak Rystad Energy, Janiv Shah, mengatakan harga minyak Brent berpotensi melonjak hingga 135 dolar AS per barel jika kondisi ketegangan saat ini berlangsung selama empat bulan ke depan.

"Dan harga minyak Brent dapat menembus 110 dolar AS per barel jika situasi yang terjadi saat ini berlangsung selama dua bulan," tulis Shah dalam catatan analisisnya yang dirilis Senin.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved