Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Akibat Blokade Selat Hormuz oleh Iran Pasca Serangan AS-Israel

 

Repelita Jakarta - Harga minyak dunia terus mengalami penguatan di pasar Asia pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026 setelah lonjakan tajam dalam dua hari sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan energi global akibat eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat Israel dan Iran.

Mengacu data pasar harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Mei meningkat satu persen menjadi USD 82,21 per barel pada pukul 03.25 GMT atau 10.25 WIB.

Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 0,7 persen mencapai USD 75,07 per barel pada waktu yang sama.

Kedua acuan harga tersebut sempat ditutup dengan kenaikan hampir lima persen pada Selasa kemarin di mana Brent sempat menembus level di atas USD 85 per barel yang merupakan titik tertinggi sejak Juli 2024.

Risiko gangguan pasokan semakin nyata setelah konflik di Timur Tengah berkembang secara dramatis pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara AS-Israel akhir pekan lalu.

Situasi semakin memburuk dengan serangan balasan pada Selasa 3 Maret 2026 sehingga Iran memutuskan memblokade Selat Hormuz secara efektif.

Iran juga mengancam akan menyerang setiap kapal tanker yang mencoba melintasi jalur vital yang menyumbang sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia.

Dampak penutupan tersebut mulai terasa di sektor produksi hulu di mana produsen besar seperti Irak terpaksa memangkas operasional ladang minyak mereka karena kemacetan distribusi.

Lapangan minyak Rumaila dan West Qurna 2 dilaporkan telah mengurangi produksi hingga 1,2 juta barel per hari karena minyak yang dihasilkan tidak dapat diekspor keluar.

Kenaikan harga sempat tertahan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan komitmen untuk mengamankan jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS siap memberikan pengawalan bagi kapal tanker komersial guna menjamin kelancaran distribusi energi global di tengah ancaman dari Iran.

Langkah intervensi militer ini muncul sebagai respons terhadap keputusan perusahaan asuransi yang mulai mencabut perlindungan risiko perang bagi kapal-kapal di wilayah Teluk.

"Ini adalah kabar baik tetapi jelas ini tidak akan terjadi dalam semalam" tulis analis ING dalam catatan terbarunya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved