Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Di Depan Korban, Istri Minta Threesome, Eks Kapolres Menolak

 

Repelita Mataram - Korban dugaan kekerasan seksual yang melibatkan eks Kapolres Bima Kota mengungkapkan dalam podcast NTB Satu bahwa pertemuan mencekam itu hanya terjadi satu kali saja pada malam yang ia anggap paling menakutkan sepanjang hidupnya.

Ia datang ke lokasi tanpa mengetahui identitas orang yang akan ditemui termasuk jabatan maupun latar belakangnya sehingga segala sesuatu terasa samar dan tidak jelas sejak awal.

Begitu berada di dalam kamar hotel suasana langsung berubah menjadi tekanan berat di mana ia merasa dipaksa untuk tetap tinggal tanpa ruang untuk pergi atau membuat pilihan bebas.

Menurut pengakuannya ia diberi dua opsi yaitu bersedia melakukan hubungan seksual atau mengobrol bersama pasangan suami istri tersebut atau tetap menunggu di tempat hingga mereka check out keesokan paginya meskipun hujan deras mengguyur sepanjang malam.

Ia menolak kedua pilihan itu secara tegas karena tidak ingin terlibat dalam hubungan tersebut dan juga menolak paksaan untuk bertahan dalam situasi yang mengancam keselamatan serta kenyamanannya.

Penolakan terang-terangan itu justru memicu tindakan arogan berupa tekanan verbal serta fisik yang semakin memperburuk ketegangan malam itu.

Ketegangan memuncak hingga terjadi bentrok antara suami dan istri di hadapannya di mana sang istri mendesak suaminya untuk tetap melanjutkan.

Ia menirukan ucapan istri yang mendesak “Kamu harus dengan dia” sementara suami sempat menjawab dengan nada panas “Kamu mau saya nikahin dia kah”.

Menurutnya peristiwa itu akhirnya tidak berlanjut sesuai keinginan mereka karena ia terus menolak dengan tegas meskipun tekanan semakin berat.

Ia juga mendengar cerita serupa dari teman-temannya yang mengalami pola perlakuan hampir sama sehingga banyak di antara mereka kini mengidap trauma berat.

“Tidak ada yang tidak trauma” katanya dengan nada pelan saat menggambarkan dampak psikologis yang masih membekas hingga kini.

Pengalaman pribadinya meninggalkan ketakutan mendalam yang masih menghantui hingga sekarang disertai ancaman agar tidak menceritakan apa pun kepada siapa pun termasuk keluarga dan teman dekat.

Peringatan itu disampaikan sebelum ia meninggalkan hotel namun tekanan batin yang terlalu berat membuatnya tidak mampu terus memendam rahasia tersebut sendirian.

Ia merasa ada kegilaan yang menggerogoti jika terus diam sehingga memutuskan untuk mencari bantuan dan mulai membuka cerita kepada seorang aktivis perempuan di Nusa Tenggara Barat.

Seluruh pengakuan ini masih bersifat klaim sepihak dari korban dan belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak yang disebutkan.

Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku bagi semua pihak hingga ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Bagi korban keberanian bersuara menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi rasa takut yang terus menggerogoti dari dalam.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved