
Repelita Teheran - Pemerintah Iran secara resmi telah menerbitkan pernyataan bahwa Ukraina masuk dalam target yang sah untuk diserang sebagai respon atas dugaan pemberian bantuan drone kepada Israel.
Ancaman ini merupakan respon atas dugaan pemberian bantuan drone kepada Israel yang dianggap telah ikut campur dalam perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Teheran menegaskan bahwa tindakan dukungan militer tersebut menjadikan Ukraina sebagai target yang sah dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat.
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi menyatakan bahwa Ukraina telah memberikan bantuan drone kepada Israel.
Itu artinya Ukraina telah ikut campur dalam perang dan menjadikan seluruh wilayahnya sebagai target sah bagi Korps Garda Revolusi Islam untuk diserang kapan saja.
Teheran menuding Ukraina memberikan dukungan taktis atau teknologi drone kepada Israel dalam menangkis serangan drone yang dilancarkan Iran ke wilayah Zionis.
Azizi merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB tentang pertahanan diri dalam ancamannya terhadap Ukraina sebagai justifikasi hukum atas tindakan yang akan diambil.
Sementara itu dikutip dari The New Voice of Ukraine, Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menyebut ancaman Teheran sebagai hal yang absurd dan tidak berdasar.
Pihak Ukraina menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal terutama karena Iran sendiri telah bertahun-tahun memasok drone kepada Rusia untuk menyerang Ukraina.
Iran diketahui telah memasok ribuan drone Shahed ke Rusia yang digunakan untuk menghancurkan infrastruktur sipil Ukraina sejak perang meletus pada Februari 2022.
Hingga laporan ini muncul tidak ada konfirmasi resmi atau bukti publik yang menunjukkan bahwa Ukraina secara langsung mengirimkan drone ke Israel.
Dugaan yang beredar lebih mengarah pada kerja sama teknis atau keahlian dalam menghadapi drone Teheran yang selama ini menjadi momok bagi pertahanan Ukraina.
Sementara itu dalam perkembangan terpisah rudal fragmentasi Iran dengan berat luncur 20 ton sukses menjebol pertahanan udara Israel yang sempat diklaim tak akan tertembus.
Kali ini ledakan besar terjadi di Rishon LeZion salah satu kota terbesar zionis yang menjadi pusat pemukiman padat penduduk.
Data yang dihimpun menyebutkan Kota Rishon LeZion terkena dampak serangan rudal Teheran sebagai bagian dari Operasi True Promise 4 yang terus dilancarkan.
Menurut informasi yang beredar meskipun sistem pertahanan Israel Iron Dome David's Sling dan Arrow mencegat sebagian besar proyektil namun beberapa rudal atau pecahannya berhasil menembus dan menghantam area pemukiman di Rishon LeZion.
Media lokal melaporkan adanya kawah besar di jalanan akibat ledakan tersebut yang menunjukkan kekuatan dahsyat dari rudal yang digunakan.
Merujuk pada data tersebut Teheran diperkirakan menggunakan rudal Khorramshahr 4 yang memiliki berat peluncuran total sekitar 20 ton dengan hulu ledak fragmentasi atau tandan seberat 1.500 kg.
Rudal Khorramshahr 4 memiliki jangkauan 2.000 km dengan kecepatan hingga Mach 16 saat terbang di luar atmosfer dan Mach 8 saat memasuki kembali atmosfer sehingga sangat sulit dicegat.
Teheran juga menggunakan rudal hipersonik Fattah-2 yang diklaim mampu bergerak dengan kecepatan Mach 5 hingga Mach 20 yang membuatnya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan konvensional.
Serangan ini diklaim oleh Korps Garda Revolusi Islam sebagai balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas militer Iran pada akhir Februari 2026.
Konflik yang telah memasuki hari ke-17 ini terus berlanjut dengan intensitas tinggi tanpa tanda-tanda akan segera mereda dalam waktu dekat.
Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang semakin kompleks dan berpotensi memicu perluasan perang ke kawasan Eropa Timur.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

