Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] Pasukan Khusus AS Sudah Masuk Iran, Perang Darat Tinggal Tunggu Waktu!

Repelita Jakarta - Konflik antara Israel serta Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama enam hari terakhir kini memasuki fase baru yang jauh lebih berisiko dengan keterlibatan pasukan darat.

Sebelumnya pertempuran didominasi serangan rudal dan drone jarak jauh namun kini telah meluas hingga operasi darat di wilayah Iran.

Pasukan khusus Amerika Serikat telah memasuki kawasan barat laut Iran menurut informasi dari sumber intelijen regional yang kemudian dikonfirmasi analis militer independen.

Keberadaan pasukan darat AS di tanah Iran menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Wilayah barat laut Iran yang dimaksud mencakup area perbatasan dengan Irak serta Turki yang selama ini menjadi basis aktivitas kelompok Kurdi dan jalur logistik krusial.

Unit yang dikerahkan merupakan pasukan elit terbaik Amerika Serikat termasuk Green Beret dan Delta Force dengan pengalaman panjang dalam operasi rahasia di zona konflik.

Mereka diperkirakan telah berada di lokasi sejak beberapa hari sebelum serangan besar-besaran gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Tugas utama pasukan tersebut meliputi identifikasi target untuk memberikan koordinat akurat bagi serangan rudal dan drone pelaksanaan sabotase terhadap infrastruktur militer serta komunikasi Iran serta koordinasi dengan kelompok oposisi di wilayah perbatasan.

Sumber-sumber terpercaya menyebutkan bahwa pasukan ini telah melancarkan setidaknya tiga operasi sabotase terhadap fasilitas IRGC di kawasan tersebut dalam 48 jam terakhir.

Media arus utama Barat seperti CNN BBC serta The New York Times tidak melaporkan keberadaan pasukan ini sehingga menimbulkan dugaan adanya sensor informasi perang.

Pemerintah Amerika Serikat dan Israel juga bungkam terkait operasi darat ini demi menjaga kerahasiaan operasional menghindari eskalasi diplomatik serta mengelola opini publik domestik.

Sehari sebelumnya seorang koresponden CNN di Tel Aviv secara tidak sengaja membocorkan adanya pembatasan ketat dari pemerintah Israel terhadap liputan serangan rudal Iran.

Pemerintah AS dan Israel memiliki kepentingan kuat untuk merahasiakan operasi ini karena dapat membahayakan misi serta nyawa prajurit memicu respons lebih keras dari Teheran dan memicu penolakan masyarakat AS terhadap keterlibatan perang darat baru di Timur Tengah.

Di pihak Iran Garda Revolusi serta pasukan keamanan melancarkan operasi pengejaran besar-besaran di wilayah barat laut dengan mengerahkan helikopter dan drone untuk memindai area persembunyian pasukan AS.

Pejabat IRGC sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan memburu setiap pasukan asing yang memasuki wilayah Iran.

Dalam beberapa hari terakhir laporan tentang bentrokan antara IRGC dan pasukan tak dikenal di kawasan perbatasan mulai bermunculan di media sosial meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Seorang pejabat tinggi IRGC beberapa hari lalu menyatakan "Jika Anda mencintai hidup tinggalkan kota-kota itu segera Kehancuran semakin dekat dan perang akan tanpa ampun".

Peringatan tersebut kini terlihat dalam konteks lebih luas bahwa Teheran menyadari musuh tidak hanya menyerang dari udara melainkan telah menginjakkan kaki di tanah mereka.

Konflik ini dengan cepat meningkat ke tingkat yang mengkhawatirkan karena keterlibatan aktor-aktor besar sehingga menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi menjadi perang global.

Data dari lembaga riset Israel INSS menyebutkan Iran telah meluncurkan 500 rudal serta 2.000 drone ke negara-negara Teluk Arab yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat sehingga menimbulkan korban jiwa di Kuwait Irak serta Uni Emirat Arab.

Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan balasan ke berbagai target di Teheran dengan klaim telah menghancurkan puluhan kapal Iran serta hampir 2.000 sasaran di dalam negeri.

Serangan rudal Iran juga berhasil mengenai gedung Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv sehingga menewaskan sejumlah anggota IDF serta pejabat pemerintah.

Jika pasukan darat AS memang terlibat bentrok langsung dengan IRGC maka konflik ini telah melampaui batas perang proksi menjadi perang langsung antar kekuatan besar.

Iran diperkirakan akan merespons dengan kekuatan penuh termasuk melibatkan proksi seperti Hizbullah di Lebanon serta Hamas di Palestina untuk membuka front baru melawan Israel.

Dampak global sudah terasa dengan lonjakan harga minyak dunia sebesar 6 persen serta fluktuasi yang terus mengikuti perkembangan situasi.

Negara-negara tetangga seperti Arab Saudi serta Yordania mulai memobilisasi pasukan di perbatasan sementara warga sipil di Iran dan Israel terus menjadi korban akibat serangan udara serta ketegangan berkepanjangan.

China mengumumkan akan mengirim utusan khusus untuk mediasi namun hingga kini belum ada tanda kedua belah pihak bersedia menghentikan serangan.

Pertanyaan utama yang belum terjawab adalah seberapa besar kekuatan pasukan AS di Iran apakah ini operasi kecil sabotase atau awal invasi skala penuh.


Belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun Gedung Putih sehingga informasi tetap menjadi medan perang tersendiri dengan media yang bungkam serta pemerintah yang merahasiakan fakta.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved