Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Amerika Terjebak Jebakan 'Batman' Iran, Blunder Agama, Pengamat Intelijen: AS Sudah Kalah Secara Strategis Lawan Iran

 

Repelita Jakarta - Pengamat intelijen menilai Amerika Serikat telah terjebak dalam perangkap psikologis yang dibuat Iran sehingga posisinya semakin melemah dalam konflik berkepanjangan ini.

Ucapan Menteri Pertahanan Amerika yang menyebut perang melawan rezim berbasis agama Islam dinilai sebagai blunder besar yang memicu sentimen keagamaan luas.

Pernyataan tersebut justru memperkuat operasi intelijen senyap Teheran dalam membangun narasi persatuan umat atau wihdatul ummah di kalangan muslim dunia.

Konsep wihdatul ummah berhasil menyatukan kelompok Sunni dan Syiah karena adanya musuh bersama yaitu Amerika Serikat serta Israel.

Dinamika ini menyebabkan gejolak di negara-negara Teluk seperti Bahrain Oman dan Uni Emirat Arab yang mulai menjauh dari narasi Washington.

Di Arab Saudi pun terjadi pergolakan internal sehingga simpati terhadap posisi Amerika dan Israel semakin berkurang drastis.

Jika solidaritas umat benar-benar terbentuk negara-negara Teluk berpotensi mengambil sikap netral atau bahkan menolak segala bentuk bantuan kepada pihak lawan.

Mereka bisa melarang penggunaan pangkalan udara pelabuhan serta wilayah lainnya untuk operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Situasi ini akan sangat menyulitkan mobilitas kekuatan militer koalisi di kawasan Timur Tengah.

Pengamat intelijen dari Universitas Indonesia Ridwan Habib menyatakan bahwa kemenangan secara intelijen jelas berada di pihak Iran.

Opini masyarakat global mayoritas kini condong mendukung pihak yang tampak lebih lemah yaitu Iran dalam narasi konflik ini.

Operasi psychological warfare yang dijalankan Mossad dan CIA dinilai gagal total karena tidak mampu mengubah persepsi publik.

Penutupan Selat Hormuz oleh Teheran memperburuk ketersediaan energi global sehingga menimbulkan tekanan ekonomi berat di banyak negara.

Negara-negara pendukung Amerika akan kesulitan menahan dampak kekurangan bahan bakar yang berpotensi memicu keresahan domestik.

Secara keseluruhan kondisi saat ini menunjukkan Amerika Serikat mengalami kekalahan strategis baik dari segi diplomasi maupun intelijen meskipun memiliki keunggulan militer.

Iran berhasil membalikkan situasi dengan memanfaatkan solidaritas umat dan ketahanan menghadapi tekanan sehingga posisinya semakin kuat di mata dunia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved