Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Abu Janda Sebut Alasan Iran Minta Maaf ke UEA imbas Perang Karena Dapat Ancaman

 Abu Janda Sebut Alasan Iran Minta Maaf ke UEA imbas Perang Karena Dapat Ancaman

 Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda mengungkapkan analisisnya terkait alasan di balik permintaan maaf Presiden Iran kepada negara-negara Arab yang terkena dampak serangan dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut penjelasannya, langkah diplomasi tersebut dipicu oleh ancaman nyata dari penguasa Uni Emirat Arab terkait aset keuangan Iran yang disimpan di negara Teluk itu.

Ia memaparkan bahwa selama ini Iran menjual komoditas minyaknya kepada China dan Rusia di tengah embargo internasional yang membelenggu perdagangan mereka.

Namun yang menarik, kata Abu Janda, dana hasil penjualan minyak dalam jumlah besar justru ditempatkan di perbankan Dubai, Uni Emirat Arab.

Ketika konflik meletup dan UEA ikut terkena imbas serangan, Raja UEA disebut memberikan ultimatum keras kepada Teheran.

"Kenapa dia minta maaf karena dia diancam Raja Uni Emirat Arab 'kalau lu nyerang-nyerang gue terus, gue freeze lu punya duit'," ungkap Abu Janda dalam diskusi di program Rakyat Bersuara iNews TV pada Selasa 10 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai dinamika di balik layar ini diperolehnya dari sumber terpercaya di Dubai.

"Jadi selama ini Iran transaksi kan, selama ini negara diembargo, jual minyak ke Rusia dan China, dan uang hasil minyak miliaran dinar, triliunan rupiah hasil penjualan minyak ke China dan Rusia diparkir di dubai," paparnya dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut ia mengamati bahwa eskalasi pertempuran di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas.

Ia berharap situasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi perdamaian yang akan berdampak positif pada pemulihan ekonomi global.

"Jadi memang banyak dinamika di perang ini membuat eskalasi menurun," ucapnya optimistis.

Sebelumnya pimpinan tertinggi Iran memang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada negara-negara tetangga atas serangan rudal dan drone yang memicu ketegangan regional.

"Dewan kepemimpinan sementara mengumumkan kemarin bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak ada peluncuran rudal kecuali jika serangan berasal dari negara-negara tersebut terhadap Iran," demikian pengumuman resmi yang disampaikan Presiden Masoud Pezeshkian dalam pidato kenegaraan pada Sabtu 7 Maret 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved