
Repelita Jakarta - Seorang pria Hindu bernama Deepak Kumar menjadi sorotan nasional di India setelah memperkenalkan diri sebagai Mohammad Deepak saat membela pemilik toko Muslim dari intimidasi kelompok garis keras.
Insiden tersebut terjadi di Kotdwar Uttarakhand pada 26 Januari 2026 ketika sekitar enam aktivis Bajrang Dal mendesak Vakeel Ahmed menghapus kata Baba dari nama tokonya yang sudah beroperasi 30 tahun.
Deepak yang kebetulan berada di lokasi langsung turun tangan melerai dan bertanya mengapa Muslim tidak berhak menjadi warga negara India sepenuhnya.
Ia menjelaskan perkenalan dengan nama Mohammad Deepak dilakukan untuk menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup di India tanpa diskriminasi agama.
Vakeel Ahmed berusia 68 tahun mengaku sangat ketakutan dan mengatakan situasi bisa memburuk jika Deepak tidak hadir saat itu.
Setelah kejadian itu rekaman video menyebar luas dan membuat Deepak dipuji sebagai ikon sekuler serta teladan pluralisme India oleh banyak kalangan.
Anggota parlemen Rahul Gandhi menyebutnya pahlawan yang berjuang untuk konstitusi dan kemanusiaan serta menyebarkan cinta di tengah pasar kebencian.
Deepak mengatakan dirinya hanya melakukan apa yang benar secara spontan tanpa maksud mencari perhatian.
Namun tindakannya memicu reaksi keras dari pendukung Bajrang Dal yang menyebutnya pengkhianat agama Hindu dan menggelar protes di depan gym miliknya.
Lebih dari 150 orang berdemonstrasi di luar pusat kebugaran Deepak dan ia menerima ancaman kematian termasuk panggilan telepon yang direkam dan diunggahnya.
Deepak mengakui keluarganya mengalami trauma berat sementara bisnis gymnya sepi drastis dari 150 pengunjung harian menjadi hanya 15 orang.
Ia menyatakan tekanan mental sangat besar namun tetap teguh bahwa jika kejadian serupa terulang ia akan bertindak sama.
Deepak menekankan jika diam hari ini maka anak-anak kelak juga akan belajar untuk diam menghadapi ketidakadilan.
Banyak warga dari seluruh India menunjukkan solidaritas dengan membeli keanggotaan gymnya agar ia tidak kalah secara finansial.
Deepak menegaskan dirinya bukan Hindu bukan Muslim bukan Sikh bukan Kristen melainkan manusia terlebih dahulu.
Ia berharap tindakannya menjadi pengingat bahwa India sejati adalah tempat semua orang hidup bebas tanpa rasa takut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

