Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Runtuhnya Digdaya Trump: Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal Jika AS Terjebak Perang Panjang Lawan Iran?

 

Repelita Washington - Laporan intelijen mengungkap risiko fatal bagi Amerika Serikat jika terlibat perang panjang melawan Iran di tengah pengerahan armada tempur besar-besaran ke Timur Tengah.

Pejabat intelijen Israel menyampaikan kepada The Financial Times bahwa Washington hanya mampu mempertahankan serangan intensif selama empat hingga lima hari karena keterbatasan stok amunisi serta daya tahan logistik.

Puluhan jet tempur canggih termasuk F-22 F-35 F-15E serta F-16 telah ditempatkan di berbagai pangkalan sementara dua gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford disiagakan di perairan strategis.

Sistem pertahanan udara Patriot serta Terminal High Altitude Area Defense THAAD juga dikerahkan untuk mengantisipasi serangan rudal balistik namun stok rudal pencegat disebut menipis setelah konflik sebelumnya.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memperingatkan potensi kelelahan pasukan serta pelemahan pertahanan udara jika konflik berlarut-larut.

Masalah utama terletak pada persediaan rudal seperti Patriot THAAD serta Standard Missile-3 SM-3 yang mahal dan memerlukan waktu produksi panjang meskipun Lockheed Martin telah diminta mempercepat pembuatan pada 19 Februari 2026.

Perang intensitas tinggi menuntut suplai konstan sehingga setiap peluncuran rudal pencegat mengurangi stok dan menciptakan celah fatal gap yang berisiko membiarkan rudal lawan lolos.

Iran menerapkan strategi perang asimetris melalui jaringan proksi di Timur Tengah sehingga Amerika Serikat harus membagi fokus pertahanan ke berbagai arah.

Ketimpangan biaya menjadi faktor krusial karena rudal pencegat AS bernilai jutaan dolar sementara drone serta rudal taktis Iran relatif jauh lebih murah.

Analis dari Carnegie Endowment for International Peace Aaron David Miller menilai Donald Trump telah menjebak dirinya sendiri dalam krisis yang ia ciptakan melalui tekanan militer berlebihan.

Sekutu seperti Yunani menunjukkan kekhawatiran ketika warga memprotes singgahnya USS Gerald R Ford di Pulau Kreta karena khawatir menjadi target balasan.

Iran memiliki fasilitas bawah tanah yang menyimpan ribuan rudal balistik serta jelajah seperti Emad Sejjil Ghadr dan Haj Qasem dengan jangkauan ribuan kilometer.

Kondisi ini menjadikan setiap skenario perang harus dihitung secara matang karena logistik suplai amunisi serta ketahanan jangka panjang menjadi penentu utama.

Laporan intelijen tentang daya tahan terbatas bukan sekadar angka melainkan pengingat bahwa perang modern bergantung pada faktor di luar kekuatan di atas kertas.

Jika diplomasi gagal dan konflik berkepanjangan tantangan terbesar Amerika Serikat terletak pada keterbatasan waktu biaya serta daya tahan sistem pertahanannya sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved