:strip_icc()/kly-media-production/medias/3632700/original/093548900_1636945007-putra_khadafi.jpg)
Repelita Zintan - Seif Al-Islam Khadafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Khadafi, meninggal dunia akibat serangan di kediamannya. Penasihat pribadi dan keluarga telah mengonfirmasi kematian yang terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026 di wilayah Zintan tersebut.
Menurut penasihat pribadinya, Abdullah Othman Abdurrahim, insiden berlangsung dengan cepat melalui metode yang terencana. Empat orang pria bersenjata yang tidak dikenal terlebih dahulu menonaktifkan sistem kamera pengawasan sebelum memasuki rumah dan mengeksekusi target.
Hingga saat ini, motif di balik pembunuhan tersebut serta identitas para pelaku masih menjadi misteri yang belum terungkap. Otoritas Libya telah mengirimkan tim forensik ke lokasi kejadian untuk memulai proses penyelidikan menyeluruh.
Pengacara Seif Al-Islam, Marcel Ceccaldi, memberikan kronologi yang sama mengenai peristiwa memilukan tersebut. Ia menyatakan bahwa kliennya menjadi korban dari sebuah operasi yang telah dipersiapkan dengan matang oleh para pelaku.
"Dia (Saif) dibunuh hari ini pukul 14.00 di Zintan di rumahnya oleh empat orang komando," tutur Ceccaldi. Pernyataan resmi dari Rusia melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengutuk keras tindakan pembunuhan tersebut.
Pemerintah Rusia mendesak dijalankannya investigasi yang transparan serta proses hukum yang adil terhadap semua pihak yang terlibat. "Kami mengecam keras kejahatan ini. Kami berharap akan dilakukan penyelidikan menyeluruh dan para pelaku dibawa ke hadapan hukum," jelas Zakharova.
Seif Al-Islam Khadafi sendiri merupakan figur sentral dalam dinamika politik Libya pasca tahun 2011. Kematiannya menambah catatan panjang kekerasan di negara yang masih dilanda konflik dan perpecahan hingga saat ini.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, penyelidikan resmi masih terus berlangsung untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tersebut. Keluarga dan pihak terkait masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari otoritas yang berwenang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

