Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikapnya terhadap banjiran kritik dan hinaan yang diarahkan kepada program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dalam acara peresmian SPPG Polri, Presiden Prabowo meminta Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari untuk mengumpulkan seluruh video yang berisi ejekan, tudingan, maupun prediksi kegagalan program tersebut.
Kepala Negara menginginkan seluruh konten kritis itu disimpan sebagai rekam jejak digital yang dapat ditinjau kembali di kemudian hari.
Saya meminta video, biar saya setiap malam bisa saya lihat-lihat, tidak papa, ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya.
Saya bilang apa iya ya, apa iya saya menghina bangsa Indonesia, tegasnya mempertanyakan narasi yang berkembang di masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran pemerintah dan aparat, menandai respons terbuka Presiden terhadap kritik yang selama ini marak di media sosial.
Pak Qodari tolong dikumpulkan ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal, tegas Prabowo seperti dikutip dari Sekretariat Presiden pada 13 Februari 2026.
Menurut Prabowo, sejumlah narasi yang beredar bukan hanya mempertanyakan efektivitas MBG, tetapi sudah masuk pada tudingan yang ia nilai tidak memiliki dasar kebenaran.
Ada yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia, ungkapnya menirukan kritik yang dilontarkan warganet.
Kita mau menyelamatkan anak-anak kita, dibilang menghina, tegas Presiden dengan nada tinggi.
Prabowo menilai kritik adalah bagian dari dinamika publik, namun ia ingin agar semua tudingan itu tercatat dengan baik dan terdokumentasi secara digital.
Baginya, rekaman digital tersebut penting untuk menunjukkan perjalanan program MBG sekaligus menguji kebenaran kritik yang pernah dilontarkan berbagai pihak.
MBG ini penghinaan kepada Bangsa Indonesia, kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina, ini harus ada rekam digital ya, direkam semua, tandas Presiden Prabowo Subianto.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

