
Repelita Seoul - Isyarat suksesi kekuasaan di Korea Utara semakin menguat dengan persiapan Kim Jong-un menjadikan putrinya Kim Ju-ae sebagai penerus tahta dinasti Kim ke generasi keempat.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan atau NIS menyampaikan penilaian tersebut kepada anggota parlemen dalam sesi pengarahan tertutup menjelang konferensi besar Partai Buruh Korea akhir Februari ini.
Menurut NIS Kim Ju-ae yang masih berusia remaja telah berubah status dari sekadar figur yang dipersiapkan menjadi pewaris yang secara efektif ditunjuk secara resmi.
Indikasi kuat terlihat dari frekuensi kemunculan Ju-ae di berbagai acara kenegaraan penting mulai dari parade militer hingga upacara negara tingkat tinggi.
NIS mencatat bahwa Ju-ae mulai menyampaikan pandangan terkait kebijakan tertentu sebuah peran yang sangat jarang diberikan kepada figur muda dalam struktur kekuasaan Pyongyang.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Kim Jong-un memastikan kelangsungan kekuasaan keluarga Kim meskipun ia sendiri masih relatif muda dan belum pernah mengumumkan penerus secara terbuka.
Dalam sistem politik tertutup yang berpusat pada kultus kepribadian keluarga Kim sinyal-sinyal simbolik sering menjadi petunjuk utama arah suksesi kekuasaan.
Jika penilaian NIS terkonfirmasi proses ini akan menjadi salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah politik Korea Utara.
Pola suksesi herediter yang telah berlangsung sejak Kim Il-sung melalui Kim Jong-il hingga Kim Jong-un berpotensi berlanjut ke generasi berikutnya melalui Kim Ju-ae.
Persiapan ini menunjukkan upaya Kim Jong-un mempertahankan stabilitas rezim melalui garis keturunan langsung di tengah tekanan internal dan eksternal yang terus berlangsung.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

