Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Polri 'Siap Perang' Lawan Aspirasi: Reformasi Terancam Mandek?

 Rizal Fadillah Sebut Indonesia Miskin tapi Sombong - FAJAR

Repelita Bandung - Polisi tampaknya lebih memilih untuk berperang daripada mengayomi masyarakat, demikian disampaikan oleh M Rizal Fadillah. Kapolri Listyo Sigit baru-baru ini menyampaikan pernyataan di depan Komisi III DPR yang mengindikasikan kesiapan seluruh jajaran kepolisian untuk mempertahankan kedudukan mereka saat ini sampai titik darah penghabisan.

Jenderal Listyo Sigit dengan tegas menolak usulan agar Kepolisian berada di bawah kementerian. Ia bahkan menyatakan lebih memilih menjadi petani daripada menjadi Menteri Kepolisian. Sikap ini diapresiasi oleh anggota Komisi III, menimbulkan dugaan adanya komisi untuk apresiasi tersebut.

Muncul pertanyaan mengenai ketidakberdayaan Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan dari bawahannya. Hal ini terkait dengan tepukan tangan Ketua Komisi dari Partai Gerindra atas pernyataan Kapolri. Anggota Komisi dari fraksi Partai Gerindra juga mengindikasikan kepasrahan Prabowo.

Prabowo dinilai pasrah melihat Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuknya mati sebelum menghasilkan apa pun. Restrukturisasi hanya menjadi mimpi dan perubahan menjadi basa-basi. Jimly Asshiddiqie dianggap tidak memiliki keberanian, sementara Listyo Sigit siap berperang melawan aspirasi demi marwah Polisi.

Listyo Sigit menggalang pasukan seolah siap untuk berperang. Ia mengukuhkan diri sebagai ketua partai yang berkuasa, yaitu Partai Kepolisian Indonesia. Pada malam hari, ia memimpin ikrar Ksatria Bhayangkara yang diikuti oleh PJU Mabes Polri, Kapolda, dan pejabat lainnya. Ribuan obor menyala di tengah 600 peserta apel di Mako Brimob Cikeas Kabupaten Bogor.

Apel obor yang diadakan pada bulan November 2025 lalu seolah menjadi jawaban atas dua tuntutan rakyat, yaitu investigasi keterlibatan Polri dalam kerusuhan Agustus-September 2025 dan reformasi di tubuh Polri. Jawaban tersebut semakin jelas dengan komando Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran Kepolisian mempertahankan "status quo" hingga titik darah penghabisan. Ikrar Ksatria Bhayangkara dianggap sebagai tekad untuk siap perang melawan aspirasi.

Diharapkan apel obor di Mako Brimob pada November lalu tidak mengingatkan pada pesta obor di Halim tahun 1965. Kiprah politik Polri yang luas diharapkan tidak mengubah Polri menjadi Partai Kepolisian Indonesia. Kesiapan Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjadi petani diharapkan tidak digunakan untuk membentuk Barisan Tani Indonesia. Polri diharapkan tetap menjadi Angkatan Keempat, bukan Angkatan Kelima.

Semoga Kapolri segera dipecat dan diganti. Reformasi Polri adalah harga mati.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved