Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Philip Morris Perkuat Sampoerna sebagai Pilar Global: Investasi Rp5,3 Triliun dan Pusat Ekspor 30 Negara

 Philip Morris Tawarkan Rp233 Triliun Beli Perusahaan Tembakau tanpa Asap  Swedia

Repelita Jakarta - Philip Morris International menegaskan komitmen jangka panjang untuk memperkuat posisi PT HM Sampoerna Tbk sebagai pilar utama dalam strategi global perusahaan.

Sebagai afiliasi kunci PMI Sampoerna memainkan peran besar dalam mendorong inovasi pengembangan sumber daya manusia serta pencapaian kinerja bisnis secara keseluruhan.

President East South East Asia Pacific and Global Travel Retail PMI Vassilis Gkatzelis menyatakan bahwa keberadaan Sampoerna memperkokoh rantai pasok regional sekaligus meningkatkan daya saing PMI di tingkat internasional.

Peran tersebut semakin relevan mengingat kontribusi signifikan Sampoerna terhadap industri tembakau nasional serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sampoerna memiliki rekam jejak bisnis yang solid dengan investasi berkelanjutan yang terus menciptakan lapangan kerja serta mendorong hilirisasi produk tembakau.

Perusahaan kini berfungsi sebagai pusat ekspor PMI untuk lebih dari 30 negara di kawasan Asia Pasifik mencakup rokok serta produk tembakau bebas asap.

“PMI memandang Sampoerna sebagai pilar penting dalam transformasi perusahaan dan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia Upaya ini memadukan skala bisnis inovasi dan kontribusi sosial untuk mewujudkan kemajuan usaha yang berkelanjutan” ujar Vassilis.

Sejak tahun 2008 PMI telah menginvestasikan sekitar USD6,4 miliar di Indonesia termasuk USD330 juta atau setara Rp5,3 triliun untuk membangun fasilitas produksi produk tembakau bebas asap di Karawang Jawa Barat.

Fasilitas tersebut merupakan yang ketujuh di dunia dan pertama di Asia Tenggara dilengkapi dengan Laboratorium Pengujian dan Analisis berstandar global.

Fasilitas itu menjadi satu-satunya laboratorium canggih PMI di seluruh Asia dan didukung sekitar 200 tenaga ahli Indonesia yang berkualifikasi tinggi.

Sampoerna yang kini berusia 113 tahun membawa warisan panjang industri tembakau Indonesia sambil terus menciptakan nilai tambah di seluruh rantai nilai.

Perusahaan menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung melalui 9 fasilitas produksi langsung serta 43 Mitra Produksi Sigaret milik koperasi dan pengusaha daerah.

Sampoerna juga menjalin kemitraan dengan lebih dari 19.500 petani tembakau dan cengkih di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk produk tembakau bebas asap Sampoerna telah bermitra dengan lebih dari 600 UMKM di 20 kota dan didukung jaringan Sampoerna Retail Community di seluruh tanah air.

Kemitraan tersebut telah menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru serta memperluas pemahaman konsumen dewasa terhadap produk tembakau bebas asap.

Berdasarkan riset Litbang Kompas tahun 2025 jejak ekonomi serta aktivitas bisnis Sampoerna memberikan dampak tahunan sebesar Rp204,1 triliun atau sekitar 1 persen dari PDB Indonesia.

Efek multiplier mencapai 1,7 kali lipat di mana setiap Rp1.000 yang dihasilkan dari aktivitas bisnis Sampoerna mampu menggerakkan nilai ekonomi hingga Rp1.700.

Di luar sektor manufaktur Sampoerna aktif mendukung kemandirian ekonomi rakyat melalui pengembangan UMKM sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Upaya tersebut dijalankan melalui Sampoerna Retail Community serta Sampoerna Entrepreneurship Training Center di bawah Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.

Saat ini SRC menaungi lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia sementara SETC telah menjangkau lebih dari 97.000 peserta dan membina sekitar 1.600 UMKM.

Sampoerna berperan penting dalam menghasilkan talenta berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global dengan sekitar 70 karyawan bertugas di luar negeri dalam fungsi strategis serta posisi kepemimpinan.

Talenta Indonesia mendukung operasional PMI di 39 negara sehingga memposisikan Indonesia sebagai pusat kapabilitas regional sekaligus mengangkat SDM lokal ke panggung internasional.

Vassilis mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia dalam menjaga keberlanjutan industri termasuk stabilitas ekonomi serta penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan persaingan sehat bagi pelaku industri legal serta mendukung komitmen jangka panjang PMI dan Sampoerna bagi perekonomian nasional.

Semua inisiatif Sampoerna berlandaskan Filosofi Tiga Tangan yang memastikan manfaat bagi konsumen dewasa karyawan mitra usaha pemegang saham serta masyarakat luas demi kemajuan inklusif dan berkelanjutan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved